Striker Liverpool Sadio Mane ternyata nyaris pindah ke Manchester United pada 2016 setelah musim terakhirnya bersama Southampton, namun Jurgen Klopp meyakinkan dirinya untuk bergabung ke Anfield.
Pengakuan itu disampaikan Mane jelang pertandingan final Liga Champions lawan Tottenham di Madrid, Minggu (2/6) dini hari WIB.
Jika pemain asal Senegal berusia 27 tahun itu jadi pindah ke Old Trafford, mungkin segala sesuatu tentang dirinya akan berbeda saat ini.
"Saya sangat, sangat dekat, karena saya bahkan telah bertemu dengan mereka [pihak Manchester United]," ujar Mane kepada The Mirror.
"Jadi, saya datang, saya ada di sana dan saya berbicara dengan bos yang ada di sana sebelumnya [Louis van Gaal]."
"Mereka membuat sebuah tawaran, tapi di pekan yang sama [Jurgen] Klopp memanggil saya."
"Ia katakan: 'Saya pikir ini adalah klub yang tepat. Pelatih yang tepat untuk Anda, dan saya pikir akan lebih baik kalau Anda pergi ke Liverpool'."
"Buat saya, saya pikir itu adalah saat yang tepat juga. Saya jawab, 'Saya menuju Liverpool'."
Ketika didatangkan, sejumlah fans Liverpool sempat bergurau kalau Klopp sengaja merekrut Mane agar The Reds tidak harus bermain lawan dirinya. Mane menikmati dugaan itu, dengan mengatakan kalau teori punya sejumlah kebenarannya.
"Ketika itu, ketika meninggalkan Southampton, saya melihat banyak klub, tapi saya lihat Liverpool adalah klub yang tepat untuk saya," ujar Mane lagi.
"Saya bermain lawan Liverpool, saya bermain lawan City, United, setiap tim, dan saya mencetak banyak gol lawan Liverpool ketika saya di Southampton, tapi saya pikir klub ini adalah klub saya!"
"Bos [Klopp] ada di Liverpool dan saya selalu mencetak gol lawan mereka. Saya rasa ia berpikir: 'Ia selalu membunuh kami, jadi mari kita beli dia! Ya, hanya untuk menghentikan saya mencetak gol lawan Liverpool--jadi, itu bagus untuk kita berdua!"
Goal Indonesia
Getty



