XABI ALONSO Getty Images

Eks Liverpool & Real Madrid Xabi Alonso: Final Liga Champions Duel Klub 'Mentalitas Monster'!

Mantan gelandang Liverpool dan Real Madrid, Xabi Alonso, menanggapi normatif terkait duel final Liga Champions 2022. Ia berharap tim terbaik lah yang keluar sebagai pemenang.

Liverpool akan menghadapi Madrid pada final UCL di Stade de France, Minggu (29/5) dini hari WIB. Laga ini bakal jadi ulangan final 2018 kala El Real menang 3-1 di Kyiv.

"Jurgen Klopp, saya telah bermain berkali-kali melawan tim yang ditanganinya,” ucap Alonso kepada BT Sport, Selasa (24/5).

“Dia intens, dia sangat bersemangat, dan saya pikir salah satu kualitas terbaik yang dimilikinya adalah dia bisa mengeluarkan kemampuan terbaik dari para pemainnya. Dia mampu membuat pemain berkomitmen dengan caranya yang rendah hati dan menciptakan tim yang tepat.”

"Setiap manajer, saya pikir mereka memiliki cara masing-masing. Beberapa manajer, mereka melakukannya dengan cara taktis, dengan cara yang sangat analitis. Ada juga yang suka menciptakan lebih banyak koneksi, untuk memberikan kebebasan itu, tapi Anda perlu tahu tipikal setiap pemain.”

“Anda harus bisa memberi mereka resep yang tepat agar mereka menunjukkan level terbaik mereka. Itulah keindahannya, Anda tidak hanya memiliki satu cara, Anda memiliki banyak cara berbeda.”

“Carlo [Ancelotti] berbeda dengan Jurgen, Jurgen berbeda dengan Pep [Guardiola], Pep berbeda dengan Thomas Tuchel hingga Xavi, jadi mereka semua berbeda,” tambahnya.

Klopp selalu menyebut skuadnya di Liverpool memiliki “mentalitas moster”, dalam kaitan kemampuan timnya untuk merespons kesulitan dan menemukan cara untuk menang. Alonso meyakini penilaian tersebut akurat, tapi ia juga merasa pasukan Ancelotti punya atribut yang sama.

"Saya suka ketika Jurgen mengatakan bahwa mereka tim dengan 'mentalitas monster’. Ya, karena untuk melakukan apa yang mereka lakukan, itu tidak mudah," tutur pelatih Real Sociedad B itu.

“Bukan hanya musim ini, mentalitas itu telah terlihat selama beberapa tahun terakhir. Mereka memiliki mentalitas itu.”

“Tapi, laga final adalah hal lain. Ini adalah pertandingan besar dan ketika Anda perlu menunjukkan mentalitas itu karena Madrid, mereka adalah monster mentalitas lainnya. Jadi, ini adalah pertandingan besar untuk kedua tim. Kita nikmati saja.”

“Saya berada di Kyiv beberapa tahun lalu dan sangat menyenangkan untuk dapat menyaksikan dua mantan tim saya. Ini tidak semua tentang final, ini juga tentang mencapai final dan menikmatinya sebagai penonton,” pungkasnya.

Adapun Madrid masih jadi tim tersukses UCL dengan 13 gelar. Sementara Liverpool menempati peringkat ketiga [bersama Bayern Munich] dengan enam titel.

Iklan