Michael Owen merupakan pemain Inggris terakhir yang mampu meraih penghargaan Ballon d'Or, tepatnya pada 20 tahun yang lalu, di mana eks Liverpool tersebut mengungguli Raul Gonzalez dan Oliver Kahn dalam pemungutan suara.
Owen yang waktu itu baru berusia 21 tahun menerima penghargaan itu setelah sukses bersama The Reds, dengan dia membantu timnya meraih mini treble winners (Piala Liga, Piala FA dan Liga Europa 2000/01).
Namun kegemilangan mantan pemain internasional Inggris tersebut hancur karena cedera, dan dia menegaskan bahwa masalah kesehatan fisik bisa memupus mimpi besar para pemain meski mereka masih berada di usia emas.
Apa yang dikatakan?
"Pada usia 21? Oh, saya benar-benar berpikir bahwa saya bisa memenangkan Ballon d'Or lagi," ungkap Owen kepada Daily Mail.
"Saya masih tidak tahu kalau cedera bisa sangat membahayakan karier saya. Ini melukai harga diri saya ketika orang-orang hanya mengingat saya dari pertengahan usia 20-an dan seterusnya."
"Saya mengenakan nama 'Owen' di punggung, tapi saya sudah bukan 'Michael Owen'. Saya bertahan seumur hidup. Saya memiliki mental sebagai salah satu pemain terbaik dunia, tetapi tubuh saya telah mengecewakan saya sendiri. Itu adalah siksaan."
Owen menambahkan: "Dari usia 10-17 tahun, saya percaya tidak ada orang di dunia yang sebaik ini. Pada usia 18, saya mencetak gol di Piala Dunia. Pada usia 21, [saya memenangkan] Ballon d'Or."
"Tapi sejujurnya, saya lebih baik pada saat usia 19. Saat itulah saya menderita cedera yang sangat membebani saya. Semuanya berawal dari itu."
Cerita unik Owen di Madrid
GettyKetika Owen memutuskan menerima pinangan Real Madrid pada tahun 2004, dia sangat terkejut dengan sambutan para pendukung.
Menyandang gelar Ballon d'Or membuatnya dipuja di Santiago Bernabeu, dan dia merasa bahwa itu adalah hal terhebat yang pernah dia rasakan.
"Ketika saya bergabung dengan Real Madrid, mereka semua: 'Kami telah menandatangani pemenang Ballon d'Or!'," kenang Owen.
"Saya merasa: 'Yesus, tidak ada yang memberi saya pujian di rumah'. Sekarang, saya melihat [Ballon d'Or] dengan sangat bangga."
Selain itu, pria berusia 42 tahun tersebut juga mengungkapkan bahwa dia dan ayahnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat para pemain Madrid saat itu, membuat mereka sadar betapa besarnya Los Blancos di sepakbola Eropa.
"Saya tidak pernah terpesona bermain dengan pemain-pemain seperti [Zinedine] Zidane," ungkapnya.
"Tapi kali ini [setelah mencetak gol ke gawang Barcelona], saya tersadar. Saya bersama keluarga saya di ruang pemain dan nama-nama pencetak gol muncul di layar lebar: [Samuel] Eto'o. Ronaldinho. Zidane. Ronaldo [Nazario]. Raul. Owen."
"Setelah itu, saya dan ayah saya melihatnya lalu, 'Sialan'. Pada saat itu, semuanya terasa begitu benar."




