Liverpool menawarkan ‘dukungan kesehatan mental’ kepada suporter mereka yang menghadiri final Liga Champions, setelah kemelut yang terjadi di areal Stade de France.
Sepak mula laga yang berakhir dengan kekalahan Liverpool 1-0 dari Real Madrid tersebut sempat tertunda setidaknya 30 menit imbas kericuhan di pintu masuk stadion karena sistem tiket yang buruk dan kelalaian panitia pelaksana pertandingan.
Pihak berwenang Prancis dan UEFA menyatakan peristiwa terjadi karena penggunaan tiket palsu dalam skala besar dan fans yang coba menghadiri pertandingan tanpa tiket sama sekali.
Dalam video yang tersebar di media sosial, aparat keamanan stadion menembakkan gas air mata dan semprotan merica ke arah suporter Liverpool, meski banyak di antaranya yang menunjukkan tiket sah di depan kamera saat ditolak masuk.
Insiden ini bergulir menjadi isu politik di Prancis jelang pemilihan parlemen. Sementara UEFA masih melakukan penyelidikan.
Liverpool merilis pernyataan bahwa pihak klub mendukung badan amal kesehatan mental untuk membantu setiap fans yang mungkin memerlukan bantuan psikologis.
“Adegan yang disaksikan di dalam dan sekitar Stade de France, sebelum dan sesudah sepak mula, pada Sabtu malam [waktu setempat] akan tertinggal lama dalam ingatan untuk semua alasan yang salah,” begitu bunyi rilis Liverpool.
"Liverpool Football Club ingin para pendukung tahu bahwa bantuan ahli telah tersedia.”
"Klub secara resmi meminta penyelidikan formal dan transparan atas masalah yang dihadapi para pendukung di Paris.”
"LFC juga mengajak pendukung yang menghadiri pertandingan untuk mengisi ‘formulir umpan balik’ guna mendukung penyelidikan apa pun terhadap panitia pelaksana pertandingan,” begitu selanjutnya.
Adapun bagi Prancis, insiden ini dianggap menjadi preseden buruk jelang penyelenggaraan Olimpiade 2024 di Paris.


