Liverpool merasa kecewa dengan komentar yang diutarakan oleh Joe Anderson selaku wali kota Liverpool, yang mengatakan bahwa suporter mereka membludak di luar Anfield apabila Liga Primer Inggris kembali dilanjutkan dan menjadi juara.
Sang wali kota Liverpool sebelumnya memang pernah menyuarakan agar Liga Primer musim 2019/20 sebaiknya dihentikan dan menobatkan The Reds sebagai kampiun karena merasa tidak layak untuk memaksakan kompetisi agar tuntas di tengah pandemi virus corona.
Anderson meyakini bahwa gairah para pendukung Liverpool untuk bisa kembali menyaksikan tim kesayangan mereka sukar dibendung, terlebih dengan potensi merayakan secara langsung di lapangan sehingga rawan pelanggaran terhadap protokol pencegahan penyebaran COVID-19.
"Bahkan meski pun dimainkan tanpa penonton, akan ada ribuan orang berkumpul di luar Anfield. Banyak orang akan mengabaikan apa yang dikatakan pemerintah dan menjauh dari sana, justru banyak orang akan datang untuk merayakan gelar juara, jadi saya pikir itu tidak baik," kata Anderson.
Liverpool lantas dengan nada geram merespons komentar sang wali kota melalui sebuah pernyataan resmi yang mereka rilis pada Kamis (30/4).
"Sebagai klub, kami menyadari itu dan merasa kecewa dengan komentar wali kota Joe Anderson dalam wawancara yang diterbitkan hari ini," tulis mereka.
"Karena memang tidak ada bukti kuat yang mendukung klaim itu, kami juga ingin menegaskan terkait poin penting dalam beberapa pembicaraan terakhir dengan wali kota Anderson terkait pertandingan tertutup. Kami rasa itu penting untuk pemangku kepentingan di kota ini untuk terus bekerja sama dan berdampingan."
"Dalam beberapa pekan terakhir, kami juga terus berhubungan dengan kelompok suporter yang juga menginformasikan usaha mereka untuk menurut aturan jaga jarak. Begitu ada pengumuman bahwa sepakbola bisa digelar lagi, kami akan terus bekerja bersama mereka dan juga pemangku kepentingan lainnya untuk bisa mencapai tujuan krusial ini."
"Sebagai kelanjutan dari tujuan ini, kami terus berkomunikasi secara rutin dengan wali kota beserta jajarannya. Kami berharap pembicaraan ini terus berlanjut."
Liverpool memang sangat berpeluang meraih titel Liga Primer pertama dalam sejarah mereka karena telah unggul 25 poin atas Manchester City di posisi kedua sebelum kompetisi dihentikan tanpa batas waktu pada Maret lalu.


