Liga Primer memperingatkan bahwa rencana yang didukung oleh Liverpool dan Manchester United yang mengarah ke reformasi drastis pada sepakbola Inggris, termasuk pengurangan peserta menjadi 18 tim, bisa berdampak buruk.
Badan Liga Sepakbola Inggris (EFL) mencari dana talangan £250 juta guna menutupi kerugian yang mereka alami akibat adanya pandemi virus corona.
Rencana itu, yang awalnya diajukan oleh pimpinan EFL dan mantan kepala eksekutif Liga Primer dan Liverpool, Rick Parry dan mendapat dukungan penuh dari beberapa klub lainnya, akan melihat klub-klub kasta tertinggi Inggris akan membayarkan biaya tersebut dengan menggunakan dana pinjaman.
Federasi Sepakbola Inggris (FA) juga akan menerima pembayaran tunggal £100 juta untuk membantu penanganan krisis COVID-19 dan memberikan dukungan terhadap sepakbola wanita serta kompetisi amatir dan usia dini.
Namun, sebagai gantinya, sembilan tim yang paling lama eksis di Liga Primer akan mendapatkan status khusus dan 'enam besar' - Liverpool, United, Arsenal, Chelsea, Manchester City dan Tottenham Hotspur, akan memiliki kekuatan kolektif untuk bisa melakukan perubahan besar.
Jadi nantinya keenam tim tersebut akan memiliki pengaruh kuat dalam setiap perubahan aturan, kontrak, kepemilikan klub dan pencopotan pimpinan eksekutif. Everton, West Ham United dan Southampton juga akan menerima status khusus itu.
Sementara itu, kontestan Liga Primer akan dikurangi sebanyak dua tim. Dua tim akan otomatis terdegradasi ke Divisi Championship, dengan sisanya akan menjalani turnamen play-off menghadapi peringkat ketiga, keempat dan kelima dari kasta kedua.
Liga Primer telah menyuarakan kritikan mereka terhadap proposal tersebut, mengklaim hal tersebut bisa merugikan sepakbola Inggris.
"Baik Liga Primer dan FA mendukung diskusi luas tentang masa depan sepakbola, termasuk struktur kompetisi, kalender dan pembiayaan secara keseluruhan terutama sehubungan dengan efek COVID-19," tulis pernyataan mereka yang dirilis pada Minggu (11/10).
"Sepakbola memiliki banyak pemangku kepentingan, oleh karenanya pekerjaan ini harus dijalankan melalui saluran yang tepat sehingga memungkinkan semua klub dan pemangku kepentingan memiliki kesempatan untuk berkontribusi."
"Dalam pandangan Liga Primer, sejumlah proposal dari pihak-pihak tertentu dalam rencana yang diterbitkan hari ini bisa berdampak buruk pada keseluruhan dan kami kecewa melihat Rick Parry, pimpinan EFL, telah memberikan dukungannya."
"Liga Primer telah bekerja dengan itikad baik dengan masing-masing klub pesertanya dan EFL untuk mencari resolusi atas persyaratan untuk dana penyelamatan krisis COVID-19. Pekerjaan ini akan terus berlanjut."
Sebagai bagian dari proposal tersebut, musim Liga Primer juga akan dimulai pada akhir Agustus untuk memungkinkan klub-klub bisa lebih banyak menggelar laga uji coba pramusim serta juga mengadakan turnamen musim panas setiap lima tahun. Selanjutnya, gelaran Piala Liga dan Community Shield akan dihapus.
Juga akan ada perubahan dalam aturan peminjaman pemain di Liga Primer, memungkinkan klub untuk meminjamkan 15 pemain sekaligus ke tim-tim lain di Inggris, maksimal empat pemain untuk satu klub.
Selain itu, 6% dari pendapatan kotor Liga Primer akan dipakai untuk membiayai perbaikan stadion di empat liga teratas dan harga tiket tandang dibatasi maksimal hingga £20, dengan subsidi disiapkan untuk para fans tandang dan kembali memperkenalkan tribune berdiri yang aman.
Proposal tersebut ditujukan untuk membatasi kesenjangan finansial antara Liga Primer dan klub-klub dari divisi yang lebih rendah, dengan memberikan 25 persen pendapatan tahunan mereka, sembari juga menghapus pembiayaan untuk tim-tim yang terdegradasi dari kasta tertinggi.




