James Milner Phil Foden Liverpool Man City 2021Getty

Liverpool & Manchester City Tunjukkan Perburuan Gelar Liga Primer Inggris Bakal Seru

Pada akhirnya, Pep Guardiola, timnya, dan fans yang merayakan. Mungkin, lebih dari segalanya, menceritakan kisah nyata dari duel Liga Primer Inggris yang brilian dan mendebarkan.

"Anda melihat sang juara, sekarang f**k off tuan rumah," teriak para fans Manchester City, yang memadati ujung Anfield Road yang lama.

Di hadapan mereka, Guardiola memberikan senyuman dan kepalan tangan. Ia tampak bahagia, fokus, bertekad, tema-tema yang akan dia lanjutkan dalam konferensi usai pertandingan.

Tim Guardiola seharusnya bisa memenangkan pertandingan, namun hasil imbang 2-2 yang mereka dapatkan di sini akan terasa seperti kemenangan, mengingat situasi yang ada. "Saya puas," tegas Guardiola.

Bagi Liverpool, itu adalah kasus yang mungkin terjadi. Mereka tetap tidak terkalahkan, berada di atas City di klasemen dan hanya di bawah Chelsea; tapi saat mereka menuju jeda internasional yang kedua pada musim ini, mereka mengetahui posisi mereka seharusnya lebih kuat dari itu.

Mereka memimpin dua kali, mengatasi babak pertama yang buruk dengan unggul terlebih dahulu lewat gol Sadio Mane dan kemudian, secara spektakuler, melalui gol yang jenius dari Mohamed Salah.

Dengan sembilan menit tersisa, permainan menjadi milik Liverpool, namun City adalah sang juara karena suatu alasan. Dan, ketika tim Guardiola membutuhkan respons, dan sedikit keberuntungan, mereka mendapatkannya. Gol penyama kedudukan menjadi 2-2 membuat kedua tim harus berbagi angka.

Itu adil, jujur saja. City menguasai babak pertama, tapi Liverpool merespons dengan kuat usai turun minum. Kedua tim memiliki peluang di awal pertandingan, kedua tim nyaris melewatkannya. Bahkan saat kedudukan 2-2, dibutuhkan blok garis gawang yang luar biasa dari Rodri untuk menggagalkan penentu kemenangan Fabinho. Di akhir laga, Andy Robertson berdiri tegak untuk mencegah Gabriel Jesus mengatasinya.

Itulah menunjukkan betapa bagus marjin di antara kedua tim, dan betapa bagusnya mereka dalam perebutan gelar yang paling menggugah selera. Pada Liverpool, City, dan Chelsea, ada tiga pesaing kelas berat, dan akan bijaksana untuk tidak mengabaikan Cristiano Ronaldo dan Manchester United juga.

Liverpool terlihat seperti mereka akan ada dalam situasi yang bercampur, meski itu adalah hasil imbang ketiga mereka pada musim ini, dan di tiga pertandingan itu mereka tampak berada di posisi yang bagus untuk meraih kemenangan. Sama seperti di Brentford terakhir kali, mereka membiarkan permainan tergelincir di sepuluh menit terakhir.

Apakah itu mungkin dianggap sebagai tanda-tanda peringatan? Dengan tingkat konsistensi seperti itu dari tim ini, bahwa apa pun yang kurang sempurna cenderung menonjol.

Tentu saja, kekhawatiran pra-pertandingan seputar absennya Trent Alexander-Arnold terlihat di sini. James Milner adalah seorang profesional yang bagus, dan lebih dari bek kanan yang kompeten ketika dibutuhkan, tapi pemain veteran itu mendapat tantangan dari Phil Foden.

Foden mencetak gol pertama dan mengkreasi gol kedua, dengan Milner ditarik keluar pada menit ke-78 untuk kebaikannya sendiri setelah mendapat kartu kuning di babak pertama dan beruntung terhindar dari kartu kuning kedua setelah turun minum.

Saat Milner berjalan pergi meninggalkan setelah kartu kuning Bernardo Silva, Guardiola tampak memprotes ofisial keempat Mike Dean di pinggir lapangan yang membuat dirinya juga mendapat kartu kuning. Sementara itu, Jurgen Klopp meminta Joe Gomez untuk bersiap-siap. Itu adalah panggilan yang bijaksana. "Kami sudah merencanakannya," ujarnya kemudian.

Alexander-Arnold, Liverpool berharap, akan kembali untuk kunjungan ke Watford pada 16 Oktober, dan The Reds membutuhkannya. Belum tentu karena kualitas pertahanannya - Foden akan menyulitkan bek sayap mana pun hari ini - tapi untuk kualitas dan jangkauan umpan yang begitu integral dengan cara bermain Liverpool.

Tanpa dia, Liverpool terlihat kocar-kacir dan tertatih-tatih selama 45 menit. Mereka memulai dengan OK, tapi di babak pertama, mereka terkunci, tidak mampu menjaga bola dan beruntung ada dua penyelamatan dari Alisson untuk mencegah Foden.

Liverpool melepaskan satu tembakan di babak pertama dan diblok sebelum mencapai 15 yard dari gawang Ederson. Jordan Henderson, sang kapten, salah menempatkan 50 persen umpannya di lini tengah. City sendiri ceroboh, tapi mendominasi. "Kami melakukannya persis seperti yang seharusnya tidak Anda lakukan lawan City," ujar Klopp. "Kami tidak bermain sepakbola."

Apa pun yang dikatakan Klopp di jeda pertandingan berhasil. Liverpool muncul sebagai tim yang berbeda, lebih lapar dan lebih tajam, dengan ancaman yang jauh lebih besar. Tepat sebelum satu jam, Salah melewati dua bek di sayap kanan dan memberi umpan kepada Mane, yang mencetak gol keunggulan 1-0 untuk tuan rumah.

City masih memiliki Foden, dan sepuluh menit kemudian, dia menyamakan kedudukan. Berada di belakang Milner, ia menerima umpan dari Gabriel Jesus dan mencetak gol. Titik lemah Liverpool dihukum oleh bintang City itu.

Salah kemudian datang ke pesta. Bintang Liverpool itu menerima umpan dari Curtis Jones di sudut kiri kotak penalti City, dengan empat pemain bertahan.

Ia mengalahkan mereka semua. Kakinya yang gesit membawa dia ke area penalti, kemudian mengalahkan Aymeric Laporte untuk mengoper bola ke kaki kanannya, lalu menaklukkan Ederson. Anfield meledak. Momen jenis, cocok untuk memenangkan pertandingan sepakbola apa pun.

Tidak. Foden masih memiliki peran untuk dimainkan. Kali ini ia berada di belakang Gomez dan melihat umpan silang mendatarnya menuju De Bruyne, yang tendangannya tidak bisa dihalau Joel Matip.

Mereka muncul tanpa cedera, dan kini telah menghadapi dua rival utama mereka. City juga akan semakin percaya diri. Mereka menang di Stamford Bridge pada pekan lalu dan kali ini imbang di Anfield. "Cara kami kalah di Paris menunjukkan kami adalah tim yang bagus," ujar Guardiola. "Begitu juga cara mereka imbang hari ini."

Mereka akan berada di sana pada Mei, tidak diragukan lagi. Begitu juga dengan Liverpool.

Jika ini benar-benar menjadi perburuan gelar terketat selama bertahun-tahun, maka ini adalah pertandingan yang ideal untuk membuktikannya.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0