LiverpoolGetty

Liverpool Kambuh Lagi


OLEH    YUDHA DANUJATMIKAIkuti di twitter

Jurgen Klopp menyambut laga dengan harapan Anfield penuh akhir pekan lalu. Sang manajer berharap fans Liverpool datang beramai-ramai untuk mendukung timnya di malam Minggu.

Adapun bukan hiburan yang didapatkan oleh Kopites, melainkan sakit hati. Baru setengah jam laga berlangsung, West Bromwich Albion sudah membukukan dua gol, seiring VAR menganulir satu gol tim tamu dan menghadiahi satu penalti untuk pelanggaran terhadap Mohamed Salah di kotak terlarang.

Roberto Firmino jadi algojo, tapi tendangannya cuma membentur mistar gawang. Kejamnya lagi, teknologi terbaru itu kembali mengundang wasit untuk menghentikan laga, teatnya ketikga gol bunuh diri Joel Matip diakui dan pasukan Alan Pardew jadi klub pertama sejak 2014 yang mencetak tiga gol di Anfield selama paruh pertama.

Secara teori, VAR adalah ide yang bagus, tapi implementasinya penuh kelemahan. Tak ada komunikasi di setiap proses, terlalu banyak waktu yang diambil di setiap keputusan dan itu tidak digunakan dengan konsisten.

Malam itu adalah malam yang buruk di Merseyside sampai-sampai papan skor sempat salah kaprah, menunjukkan skor babak keempat Piala FA itu 2-2, padahal West Brom unggul 3-1.

Pada akhirnya, Liverpool kalah 3-2 dan tersingkir dari persaingan Piala FA. Rapuhnya pertahanan kembali jadi sorotan dan Virgil van Dijk yang datang dari Southampton belum menampilkan performa terbaiknya.

Lini tengah The Reds juga tampak seperti lahan parkir yang kosong. Ada begitu banyak celah untuk The Baggies yang bisa dimanfaatkan tanpa kesulitan. Emre Can tentu berharap Juventus dan para peminat tak menonton pertandingan tersebut, sebab performanya sangat medioker.

Alex Oxlade-Chamberlain mencatatkan 17 operan secara total, kurang dari Simon Mignolet, dan Gini Wijnaldum juga tak kalah payah. Trio pemain itu ditemani banyak pemain lain yang tampil buruk. Bahkan sejatinya, cuma Sadio Mane, Firmino, dan Mohamed Salah yang performanya tidak sepayah pemain lain.

"Pada tahap penentuan pertandingan di sekitar gawang, sangat buruk," kata Klopp. "Pertahanan buruk. Pertahanan buruk sebagian besar karena salah mengambil keputusan."

Simon Mignolet, menggantikan Loris Karius, menghadapi tiga tembakan ke gawang dan memungut bola dari gawangnya pada jumlah yang sama. Liverpool punya gambaran untuk mendatangkan kiper top di musim panas, Allison jadi favorit, dan itu adalah posisi yang dibutuhkan sejak bertahun-tahun lalu.

Klopp memilih pemain terkuatnya karena berambisi untuk lolos di kompetisi tersebut, seiring Jordan Henderson menggunakan momen pralaganya untuk menjelaskan betapa besar semangat di ruang ganti untuk memenangkan trofi.

Semangat itu tak tampak di lapangan dan Liverpool malah tampil kacau setelah membuat "pernyataan besar" dalam kemenangan 4-3 atas Manchester City pekan sebelumnya.

Manajer The Reds itu berulang kali menekankan bahwa dirinya senang dengan apa yang ia punya dan tak ada tekanan untuk memperkuat tim sebelum Januari, tapi kekalahan dari Swansea dan West Brom mengatakan sebaliknya.

Liverpool berada dalam bahaya untuk mengacaukan fondasi yang mereka sudah bangun musim ini dan harus menemukan jalan yang tepat dengan cepat sebelum kekacauan tersebut merambah kancah domestik dan Eropa.

Iklan