Mantan striker Liverpool Stan Collymore yakin Chelsea akan menjadi salah satu klub yang akan berusaha menggaet Jurgen Klopp andai pelatih asal Jerman tersebut hengkang dari Anfield.
Klopp telah menghadirkan era serba sukses untuk The Reds semenjak didatangkan dari Borussia Dortmund pada 2015 – menjuarai Liga Primer Inggris, Liga Champions, Piala FA, Piala Liga, Piala Super UEFA dan Piala Dunia Antarklub – tapi kini ia sedang di bawah tekanan.
Liverpool asuhannya mengalami musim 2022/23 yang amat kacau, dan kini cuma duduk di peringkat 10 klasemen Liga Primer, terpaut 11 poin dari empat besar.
GettyMereka juga sudah terlempar dari Piala FA serta Piala Liga, dan harus menghadapi Real Madrid di 16 besar Liga Champions, yang merupakan juara bertahan.
Sabtu (4/2) kemarin, Liverpool dipermalukan Wolves 3-0 dan setelah ini akan melakoni derbi Merseyside, menghadapi Everton yang baru saja membungkam Arsenal sang pemuncak klasemen.
Eks-Liverpool Collymore merasa jika bekas klubnya memecat Klopp, atau jika Klopp memilih hengkang, maka Chelsea akan menjadi salah satu klub yang mau menampungnya.
Duduk di peringkat sembilan, The Blues juga mengalami musim yang sama buruknya dengan Liverpool di bawah pelatih Graham Potter, yang baru saja menggantikan Thomas Tuchel per September 2022.
Getty"Realitanya adalah, jika FSG [owner Liverpool] memutuskan untuk memecat Klopp, tak ada pelatih di luar sana yang bisa bertugas dengan lebih baik," kata Collymore kepada Caught Offside.
"Jadi siapa pun yang menuntutnya dipecat harus hati-hati dengan apa yang mereka harapkan karena saya yakin begitu ia menganggur, Real Madrid, Bayern Munich, PSG, bahkan Chelsea akan mengantre mendapatkannya."
Ia menambahkan: "Saya masih merasa Klopp tak seharusnya dipecat Liverpool. Saya tahu musim mereka buruk sekali tapi jangan cuma lihat enam bulan terakhir."
"Ingat kondisi Liverpool saat ia pertama datang – kacau banget!"
"Skuad di bawah rata-rata, tidak kompetitif, dan tak bisa menarik minat pemain top."
"Klopp menyulap itu semua seorang diri dan memenangkan semua trofi yang bisa dimenangkan... dan merevolusi gaya bermain mereka."




