Striker anyar Liverpool, Darwin Nunez, disebut-sebut sebagai seorang "striker murni" oleh Guti, tetapi mantan bintang Real Madrid tersebut menyoroti satu aspek yang mungkin bisa menjadi sumber masalah buat sang penyerang.
Bomber 22 tahun tersebut resmi diumumkan oleh Liverpool setelah mereka mengentaskan persaingan dari klub-klub Eropa lain untuk mendaratkannya dengan biaya €100 juta.
Nunez mulai meledak di Benfica, tetapi pernah menjalani musim impresif di klub Spanyol, Almeria, di mana Guti pernah bekerja sebagai pelatih kepala.
Apa kata Guti soal striker baru Liverpool, Nunez?
Mantan gelandang Madrid itu berkata Nunez sudah berkembang pesat sejak terakhir mereka bekerja bersama, tetapi meyakini bahwa kemampuannya menyambung permainan atau link-up play adalah salah satu kelemahan terbesarnya.
"Dia masih bocah ketika saya melatihnya; bertahun-tahun kemudian, dia sudah semakin dewasa," kata Guti kepada El Chiringuito.
"Dia striker murni; sangat bagus di kotak [penalti]. Dia sangat cepat, sangat kuat, dan bagus di depan gawang. Masih agak sulit baginya untuk menciptakan link-up ketika dia tidak di dalam kotak, tetapi saya kira dia memiliki masa depan yang cerah."
"Waktu itu, saya kaget tidak ada klub Spanyol, setelah dia menjalani musim yang bagus di Almeria, tertarik padanya, dan dia lalu ke Benfica."
"Menurut saya Liga Portugal bagus untuknya, untuk mendapatkan pengalaman, dan akhirnya hijrah ke Liverpool."
Bagaimana penampilan Nunez di Benica?
Setelah semusim di Almeria, di mana dia mencetak 16 gol dan 32 penampilan, Nunez hijrah ke Benfica pada September 2020. Masa baktinya di Portugal menjadikan dirinya salah satu bakat paling diburu di Eropa.
Nunez sama sekali tidak tajam di musim debutnya bersama raksasa Liga Primeira tersebut, karena dia mengakhiri musim 2020/21 dengan hanya 13 gol dari 43 pertandingan lintas ajang.
Namun, musim lalu, dia meledak. Dia merampungkan 2021/22 dengan 26 gol dari 28 laga di Liga Portugal, dan tambahan enam gol dari 10 penampilan di Liga Champions Eropa. Secara total, dia membukukan 34 gol dari 41 laga musim lalu.




