Liverpool menuai kritikan pedas dari legenda mereka Graeme Souness. Pemain The Reds era 80-an itu menyebut lini tengah mereka "didominasi dan dibully" oleh Chelsea.
The Blues memaksa Liverpool bermain imbang 2-2 lewat gol spektakuler Mateo Kovacic dan sumbangan Christian Pulisic, Minggu (2/1), meski anak asuh Thomas Tuchel ketinggalan 2-0 terlebih dahulu berkat gol Sadio Mane dan Mohamed Salah.
Jordan Henderson, Fabinho, dan James Milner dipercaya sebagai pengendali ruang mesin Liverpool sejak menit pertama di Stamford Bridge, tetapi mereka dikritik karena kalah perang di lini tengah dengan pasukan Jurgen Klopp diklaim tidak bermain seperti biasa.
"Chelsea mendominasi lini tengah hari ini," ujar Souness kepada Sky Sports.
"Liverpool biasanya bisa sukses dengan banyak menekan, dengan tiga bagian formasi saling berduel dengan satu sama lain."
"Itu cuma bisa dilakukan ketika lini tengah Liverpool membuat lawan di bawah tekanan."
"Liverpool tahun ini, Fabinho, Jordan Henderson, dan James Milner tidak bisa bersaing hari ini."
"Mereka didominasi dan dibully oleh lini tengah Chelsea."
"Statistik penguasaan bola membuktikan itu... ini bukan seperti Liverpool yang kita saksikan selama tiga atau empat tahun terakhir di mana mereka yang mem-bully tim lawan."
"Liverpool butuh sosok maestro di sana, Thiago jelas pesepakbola yang lebih bagus ketimbang pemain yang mereka mainkan, tetapi dengan [memasang Thiago], mereka kehilangan momentum pressing dan inisiatif."
"Liverpool terekspos dengan kegagalan lini tengah mereka mengendalikan Chelsea."
Hasil imbang ini semakin menjauhkan kedua tim dari Manchester City yang melenggang di puncak klasemen Liga Primer Inggris.
Kini pasukan Pep Guardiola unggul 10 dan 11 poin dari Chelsea dan Liverpool, meski The Reds masih menyisakan satu laga.




