lionel scaloni argentina emiratos arabes 16112022@Argentina

Lionel Scaloni Tak Sanggup Bicara Dengan Pemain Argentina

Kekalahan 2-1 dari Arab Saudi pada laga perdana Argentina di Grup C Piala Dunia 2022, Selasa (22/11) sore WIB, membuat skuad Tango terpukul. Pelatih Lionel Scaloni mengaku belum bisa berbicara dengan pemain.

Argentina sempat memimpin lebih dulu di babak pertama lewat gol cepat Lionel Messi di menit kesepuluh, sehingga Albiceleste diperkirakan bakal meraih kemenanghan mudah.

Namun Arab Saudi bangkit di babak kedua, dan mampu membalikkan keadaan lewat gol Saleh Alshehri di menit ke-48 dan Salem Aldawsari (53). Scaloni menganggap kekalahan ini sebagai pukulan telak, dan di luar perkiraan mereka.

“[Kekalahan ini] Sulit untuk diproses, karena dalam empat atau lima menit mereka mencetak dua gol ke gawnag kami, dalam satu-satunya tembakan ke gawang,” ujar Scaloni dalam keterangannya kepada wartawan dikutip laman TyC Sports.

“Tidak ada pilihan lain selain bangkit. Kami harus memenangkan dua pertandingan berikutnya, kami tidak perlu menganalisis lebih dari itu. Hari ini adalah hari yang menyedihkan.”

“Saya belum berbicara dengan para pemain, karena mereka masih merasakan perih, dan memikirkan hasil buruk. Nanti kami akan menganalisisnya dengan lebih tenang jika situasinya sudah kembali.”

Scaloni menambahkan, sejak awal ia sudah memperkirakan barisan pertahanan Arab Saudi akan lebih tinggi untuk menciptakan jebakan off-side. Menurut Scaloni, skema ini sebetulnya sudah diantisipasi di sesi latihan.

Scaloni menilai penerapan video assistant referee (VAR) turut membantu Arab Saudi dalam menerapkan perangkap off-side. Kendati demikian, Scaloni mengakui lini pertahanan Arab Saudi bermain solid.

“Kami sudah tahu bagaimana mereka bermain, dan sebenarnya kami sudah persiapkan sebelum pertandingan tentang garis pertahanan lawan selama seminggu terakhir. Off-side-nya beberapa milimeter, tapi itulah teknologi baru. Terlepas dari itu, mereka melakukannya, dan mereka melakukannya dengan baik,” beber Scaloni.

“Menurut saya, babak pertama menjadi miliki kami. Saat jeda kami sudah mengatakan, pertandingan bisa menjadi aneh, dan sebuah gol bisa mengubah semuanya. Akhirnya tu terjadi. Mereka mengikat kami, dan praktis mereka bisa membuat skor 2-1.”

Iklan
0