Lionel Messi Sergio Ramos Barcelona Real MadridGetty/Goal

Kisah Messi-Ramos: Dari Rival Sengit Di Barcelona & Real Madrid Jadi Satu Tim Di PSG

Ikon terbesar Barcelona dan Real Madrid, Lionel Messi dan Sergio Ramos, berperang selama lebih dari satu dekade di puncak sepakbola Spanyol, tetapi sekarang telah disatukan sebagai rekan satu tim di Paris Saint-Germain.

Dari tekel brutal, serangan verbal, dan pertarungan satu lawan satu yang mendebarkan, persaingan Ramos dan Messi membuat percikan api bertebaran di Clasico yang tak terhitung jumlahnya, tetapi sekarang keduanya harus dengan cepat menyatukan perbedaan ke arah yang sama.

Kamis (12/8) kemarin menandai hari pertama Messi berlatih bersama PSG dan Anda harus mulai terbiasa untuk melihat mantan kapten Madrid dan Barca itu berpelukan hangat.

Pertama kali mereka bentrok adalah pada 2010, ketika rasa frustrasi menguasai Ramos, sebagaimana penampilan luar biasa Messi dalam kemenangan 5-0 Barcelona atas Madrid membawanya ke titik didih.

Dengan pemain Argentina itu masih melewati para pemain bertahan Madrid di masa tambahan waktu, Ramos mencapai ujung frustrasinya dan menjatuhkan Messi dari belakang, yang lantas membuat penyerang itu tersungkur ke rumput Camp Nou.

“Tendangan mengerikan dari Ramos; pukulan yang mengerikan,” gumam para komentator yang mendapati bek Madrid itu diusir wasit.

Ramos yang kesal kemudian mendorong wajah Carles Puyol, dan melanjutkannya dengan mengarahkan tangan lain ke arah Xavi Hernandez.

Sementara pelatih Madrid waktu itu Jose Mourinho, menuduh Messi melakukan sandiwara menjelang pertandingan, namun pemain Argentina itu memberikan pertunjukan untuknya, meskipun tidak mencetak gol untuk pertama kalinya dalam sepuluh Clasico.

Playmaker Barcelona itu kemudian turun jauh ke lini tengah dari peran false nine, mengendalikan permainan Barca, dan tidak membiarkan Ramos mendekatinya untuk pertemuan berikutnya.

Secara keseluruhan, era Messi bukanlah periode yang baik bagi Madrid di kancah domestik, dengan Los Blancos hanya memenangkan tiga gelar liga sejak 2009, berbeda dengan delapan gelar Barcelona.

Itu berarti konfrontasi Ramos vs Messi lebih sering berakhir dengan kemenangan sosok terakhir, selagi striker Barcelona itu mengukir rekor 18 gol di El Clasico.

Namun, tanpa Ramos yang harus berurusan langsung dengan pemain Argentina itu – dan dalam beberapa musim terakhir, ia memenangkan pertempuran ini, mengingat Messi tidak mencetak gol melawan Madrid sejak 2018.

Ramos tentu masih ingat pernah diusir dari lapangan akibat terjangan keras dua kakinya ke arah Messi pada 2017 di Santiago Bernabeu dan pertandingan itu berakhir 3-2 untuk keunggulan Barcelona, dengan Messi secara ikonik mengangkat jersey-nya ke tribun penonton setelah mencetak gol kemenangan di menit terakhir.

Lionel Messi Sergio Ramos Barcelona Real Madrid La Liga GFXGetty/Goal

Namun Ramos memiliki tawa terakhir musim itu, karena Madrid mengangkat gelar, dan ketika pemenang Piala Dunia itu bisa menahan Messi, Madrid pun menikmati kesuksesan Clasico.

Dalam tujuh kemenangan Clasico terakhir Los Blancos, sejak 2012, Messi hanya mencetak satu gol. Dan saat Madrid menang 2-1 di La Liga pada Maret 2013, Ramos-lah yang menjadi penentu kemenangan.

Ramos menanduk bola dari sepak pojok pada menit ke-82, menebus kesalahannya karena gagal menghentikan gol penyeimbang Messi sebelumnya, padahal ia berpeluang memblokir jalan penyerang itu ke gawang.

Mungkin pertemuan paling sengit mereka terjadi pada 2019, ketika Ramos mengayunkan lengan ke arah Messi saat duel bola di lapangan.

Meski sang bek tidak melakukan kontak bersih dengan lawannya, Messi marah dan keduanya saling berbenturan kepala.

Selama bertahun-tahun, ada banyak ketegangan di antara keduanya, beberapa tidak dihukum oleh para pengadil lapangan dan kejadian itu sekarang akan hilang dalam kabut waktu.

Tapi permasalahan apa pun yang tidak pantas antara Messi dan Ramos terjadi di lapangan, dan itu tetap bertahan di sana.

Ramos pernah mengatakan bahwa dia selalu menganggap Messi sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

"Saya sangat menghormatinya," katanya kepada La Liga pada 2020. "Saya pikir dia salah satu pemain terhebat dalam sejarah dan saya sangat menghormatinya."

Dalam beberapa bulan terakhir, Ramos menggoda Messi, untuk membujuknya bergabung dengannya di Madrid, ketika dia masih berpikir akan tinggal di sana musim ini.

"Dia bisa tinggal di rumah saya selama sekitar satu minggu pertama," kata Ramos di platform streaming Twitch pada Maret. "Dia dapat beradaptasi dan merasa nyaman, saya akan dengan senang hati melakukannya."

Akan tetapi, Ramos mendapati tawaran perpanjangan kontraknya ditarik oleh Madrid dan ia berakhir di ibu kota Prancis, dengan Messi menyusulnya minggu ini, yang lantas memungkinkan pemain Spanyol itu mendapatkan keinginannya.

"Siapa yang mengira, kan, Leo?" kata Ramos di Instagram, mengunggah foto jersey PSG dengan namanya di sebelah Messi.

Alih-alih berhadapan, mereka kini berdiri berdampingan, dengan tujuan yang sama – memenangkan Liga Champions.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0