Superstar Argentina Lionel Messi kembali membidik Paris Saint-Germain terkait perlakuan klub Ligue 1 Prancis itu terhadap dirinya selepas membawa tim Tango menjuarai Piala Dunia 2022.
Messi menjadi bintang Argentina di Piala Dunia lalu, dan menghadapi Prancis di pertandingan final ketika ia masih berstatus pemain PSG. Setelah berbagai friksi, Messi akhirnya meninggalkan PSG pada musim panas, dan bergabung ke Inter Miami di Major League Soccer (MSL).
Pemain berusia 36 tahun itu mengutarakan, ia tidak mempunyai permasalahan dengan rekan-rekannya di klub, termasuk Kylian Mbappe yang dihadapi di laga final. Hanya saja, Messi mengklaim ia tidak diakui klubnya sendiri.
“Dengan Kylian Mbappe segalanya baik-baik saja, sama seperti semua orang,” ungkap Messi dalam wawancaranya dengan Migue Granados di OLGA dikutip laman Daily Mail.
“Setelah [Piala Dunia] hal ini dapat dimengerti. Kami berada dalam situasi di mana kami [Argentina] menjadi juara dunia, dan merupakan kesalahan kami karena mereka [Prancis dan Mbappe] tidak lagi menjadi juara.”
“Saya adalah satu-satunya pemain yang tidak diakui oleh klubnya dibandingkan dengan 25 pemain Argentina lainnya [yang menjadi juara Piala Dunia].”
Dalam kesempatan yang sama, Messi mengakui perjalanan karirnya bersama PSG tidak sesuai harapan, sehingga akhirnya merapat ke Inter Miami. Messi menganggap hal itu sudah menjadi takdirnya.
“Itu terjadi begitu saja. Itu tidak seperti yang diharapkan, tapi saya selalu mengatakan segala sesuatunya terjadi karena suatu alasan. Meskipun saya tidak senang di sana [PSG], saya menjadi juara dunia di sana. Segala sesuatu terjadi karena suatu alasan, jika memang harus seperti itu, maka...” imbuh Messi.
Messi kembali membicarakan masa depannya di sepakbola profesioal. Ia menegaskan belum memikirkan untuk pensiun dalam waktu dekat, karena mencintai profesi yang ia jalankan.
“Saya belum memikirkannya, dan saya tidak ingin memikirkannya. Saya hanya ingin terus menikmati diri saya sendiri. Itulah alasan utama untuk meninggalkan Eropa,” jelas Messi.
“Saya beruntung bisa mendedikasikan diri saya pada sesuatu yang saya sukai. Meski saya mempunyai tanggung jawab dan tujuan, itu adalah sesuatu yang saya nikmati sejak saya masih kecil. Tapi setelah itu, saya tidak tahu. Saya ingin tetap terhubung dengan sepakbola, sebagai direktur olahraga, atau sejenisnya.”
