Setelah dua tahun runtuh di kompetisi domestik, Real Madrid pada akhirnya menyuguhkan rivalitas sengit di papan atas LaLiga Spanyol, tetapi masalah mereka tetap sama yaitu... Lionel Messi.
Dalam dua musim terakhir, Los Merengues mengakhiri musim di peringkat tiga, tertinggal 17 da 19 poin dari Blaugrana.
Tetapi jelang penutupan 2019, EL Real hanya terpisah dua angka dari sang raksasa Catalan.
Di laga terkini pasukan Zinedine Zidane mencatat hasil imbang tanpa gol di markas Athletic Bilbao yang merupakan lag tanpa gol kedua setelah Clasico dan Marid hanya mencetak satu gol di tiga pertandingan terakhir.
Sebaliknya, Barca tahu persis ke mana mereka harus menaruh harapan ketika tumpul. Siapa lagi kalau bukan Messi.
Superstar Argentina ini kembali mencatatkan nama di papan skor ketika Azulgrana menghancurkan Alaves 4-1 dan tambahan tiga angka mengangkat mereka ke singgasana klasemen sementara dengan 39 poin dari 18 pertandingan.
Perbedaan dua poin adalah keungulan tipis tetapi dengan kekuatan yang nyaris seimbang, dua poin itu bisa menjadi sangat krusia.
Jika harus menunjuk perbedaan antara kedua tim sekarang ini, Messi adalah jawabannya. Sang bintang mencetak gol ke-50 di tahun kalender ke gawang Alaves dan torehan ini dicatatkan dalam waktu enam tahun beruntun.

Terkait angka, Madrid punya bintang yang bisa menyerupai pencapaian Messi, tetapi Cristiano Ronaldo dijual ke Juventus pada musim lalu dan itu berdampak besar.
Ini adalah tahun kalender pertama Madrid secara penuh tanpa diperkuat superstar Portugal itu dan dampaknya telihat jelas di statistik.
Sepanjang 2019 Real Madrid mengoleksi 100 gol. Catatan terendah sebelumnya dalam sembilan tahun terakhir adalah pada 130 gol (2010), diikuti 140 (2015). Gol terbanyak tercatat pada 2014, dengan 178 gol.
"Kita membicarakan pemain yang bisa mencetak 40 hingga 50 gol dalam satu tahun. Tentu saja kita akan merindukannya," aku Thibaut Courtois setelah hasil imbang lawan Athletic.
Meski ada masalah di lini depan, mereka yang ada di Santiago Bernabeu tetap merasa positif.
Tim polesan Zidane pada musim ini kembali memperlihatkan permainan sepakbola yang menarik. Mereka lebih sering mengendalikan jalannya pertandingan jika dibandingkan dengan musim sebelumnya.
Lapangan sekarang didominasi lagi oleh Madrid yang juga terlihat memiliki benteng pertahanan yang lebih kukuh. Gawang mereka tidak lagi rapuh, meski terkadang hal tersebut dibantu juga oleh sentuhan keberuntungan.
Sosok Fede Valverde telah mengembalikan lagi sektor gelandang Real Madrid ke jalur seharusnya, sementara Toni Kroos dan Casemiro telihat lebih segar.
Luka Modric memang masih kesulitan namun dalam beberapa pertandingan terakhir mulai menemukan lagi sentuhan terbaiknya. Jangan juga lupa, Karim Benzema, penampilannya musim ini luar biasa!
Penyerang asal Prancis itu telah mengoleksi 12 gol dan hanya terpaut satu dari Lionel Messi dari daftar pencetak gol terbanyak LaLiga musim ini.
Akan tetapi ketika Benzema bisa dilumpuhkan seperti yang dilakukan oleh Athletic, Madrid tidak punya harapan lain.
Rodrygo dan Vincius Juniors belum konsisten, begitu pula dengan Gareth Bale sementara Luka Jovic belum mendapat kepercayaan yang besar.
GettyEden Hazard, sosok yang seharusnya jadi jawaban di tengah-tengah kesulitan yang dihadapi Madrid selalu dihantam masalah cedera dan kebugaran.
Ketika Hazard dalam kondisi terbaik, Madrid punya kekuatan serang yang bisa memecah kebuntuan.
Musim ini sebenarnya Barcelona belum memperlihatkan kualitas yang sesungguhnya. Fans merasa tidak nyaman dengan performa yang mereka perlihatkan di Clasico dan gaya bermain yang diracik oleh Ernesto Valverde sering dipertanyakan.
Bisa dikatakan, Barcelona sekarang berada di puncak klasemen namun dengan pekerjaan rumah segudang, sementara Real Madrid bisa merasa puas meski berada satu tingkat di bawahnya.
Lebih jauh lagi, Messi punya peran besar dalam persaingan Barca dan Madrid musim ini mengingat sang bintang punya koleksi 13 gol yang diciptakannya dalam beberapa bulan terakhir setelah cedera di awal kompetisi.
Memang benar, Marc-Andre ter Stegen dan Frenkie de Jong juga tampil impresif musim ini tetapi Messi adalah sosok yang memikul beban terbesar tim.
Antoine Griezmann mulai bisa beradaptasi di Camp Nou dan aksinya bersama Messi terus membaik seperti yang tersaji di saat mereka menang atas Alaves dan Real Sociedad.
Bersama Messi, keunggulan dua poin dan catatan delapan gelar juara dari 11 musim terakhir, Barcelona adalah favorit pada musim ini tetapi Madrid akan memastikan, mereka tidak akan menyerah begitu saja untuk menjadi penguasa sepakbola Spanyol.




