Lionel Messi BarcelonaGetty

Eks Presiden Real Madrid: Kepergian Lionel Messi Dari Barcelona Akan Menyakitkan Bagi La Liga Spanyol

Mantan presiden Real Madrid, Ramon Calderon, mengatakan, kepergian Lionel Messi dari Barcelona akan menjadi sebuah pukulan bagi semua pihak di La Liga Spanyol.

Messi, sang kapten dan superstar, mengguncang Barcelona pada Selasa (25/8) kemarin ketika terungkap bintang asal Argentina berusia 33 tahun itu menginformasikan kepada klub kalau dirinya ingin hengkang setelah dua dekade berkostum Azulgrana.

Messi mengisyaratkan kepada Ronald Koeman pada pekan lalu bahwa dirinya ingin hengkang, apalagi setelah Luis Suarez diberitahu oleh pelatih baru itu kalau jasanya tidak diperlukan lagi.

Sejumlah klub kini dikait-kaitkan dengan Messi, di antaranya Manchester City, Inter Milan, Paris Saint-Germain, dan Juventus.

Barcelona gagal meraih satu pun trofi pada musim 2019/20 dan mereka tersingkir dari Liga Champions dengan kekalahan telak yang memalukan 8-2 di tangan Bayern Munich di babak perempat-final.

Barcelona harus menyerahkan gelar kepada Real Madrid setelah kalah bersaing pada musim 2019/20, padahal selama tiga musim berturut-turut menjadi kampiun Spanyol.

Messi diyakini akan meninggalkan Barcelona, hanya berselang dua tahun setelah Cristiano Ronaldo hengkang dari Real Madrid dan bergabung ke Juventus.

"Itu akan sangat menyakitkan untuk citra, kualitas, pertunjukan [di La Liga jika Messi pergi]," ujar Calderon kepada Stats Perform News.

"Kami sangat beruntung memiliki Cristiano Ronaldo dan Messi bermain di liga kami selama sepuluh tahun terakhir, dua pemain terbaik di dunia sejauh ini."

"Mereka tidak akan berada di sini lagi, tidak satu pun dari mereka akan bersama kami. Sungguh menyakitkan bagi liga kami dan bagi para fans."

Calderon mengaku terkejut dengan pemintaan Messi untuk hengkang, namun ia mengakui skala kegagalan Barca baru-baru ini membuat langkah itu bisa dimengerti.

"Peristiwa terkini pasti membuat Messi kesal. Ini adalah waktu yang aneh karena ia adalah sang juara, seperti dulu Barcelona," ujar Calderon lagi.

"Kekalahan lawan Bayern pastinya sangat menyakitkan bagi dia. Itu membuat Messi mempertimbangkan kembali masa depannya, terutama karena akan ada Piala Dunia dalam dua tahun. Saya yakin ia ingin berada di sana dan memenangkannya."

"Jadi, ia mungkin berpikir masa depan Barcelona bukan yang terbaik untuk tujuan-tujuannya dan dia mengambil keputusan."

"Itu agak mengejutkan saya karena saya pikir ia sudah memutuskan untuk mengakhiri kariernya di Barcelona, tapi sepertinya tindakan terbaru itu telah mempengaruhi dia untuk meninggalkan klub."

Iklan
0