Manajer Liverpool Jurgen Klopp masih belum bisa melupakan kekalahan The Reds dari Real Madrid di final Liga Champions 2021/22, dan merasa tersiksa melihat rekaman pertandingan tersebut menjelang pertemuan kedua tim, Rabu (22/2) dini hari WIB.
Klopp mengaku dirinya enggan melihat rekaman pertandingan itu, karena menganggap Liverpool sudah bermain bagus, namun akhirnya Madrid tampil sebagai juara melalui gol tunggal Vinicius Junior.
Akhir pekan kemarin, lanjut Klopp, ia baru menyaksikan kembali rekaman pertandingan melawan Madrid. Klopp tidak mempunyai pilihan lain kecuali menyaksikan rekaman tersebut untuk dijadikan bahan analisa.
“Saya tidak menontonnya kembali sejak itu hingga akhir pekan ini. Hal yang segera saya sadari adalah sekarang saya tahu mengapa saya tidak menontonnya kembali, tetapi saya harus melakukannya,” kata Klopp dikutip laman Liverpool Echo.
“Itu adalah siksaan, karena kami memainkan permainan yang bagus dan bisa memenangkan pertandingan. Saya menontonnya sendiri. Saya menonton [rekaman] pertandingan kembali untuk mengetahui secara persis apa yang akan dilakukan, dan kami harus memenangkan pertandingan ini.”
Klopp memperkirakan duel melawan Madrid akan berlangsung sengit. Selain sejarah tim sudah berbicara banyak, Madrid juga mempunyai sejumlah pemain berpengalaman yang bisa mengubah permainan.
“Real Madrid adalah salah satu klub terbesar di dunia, salah satu yang paling sukses pastinya, memenangkan kompetisi ini, saya tidak tahu seberapa sering, sangat berpengalaman,” imbuh Klopp.
“Analisis selalu sangat mudah, terutama setahun kemudian. Tetapi ketika saya menontonnya kembali, ada perasaan di sana-sini, dan dengan semangat ekstra kami bisa membuat hal ini.”
“Tapi sekali lagi, ini Real Madrid, dan kami tidak bisa memainkan permainan ini tanpa rasa hormat. Ada [Luka] Modric, [Toni] Kroos, Casemiro, [Karim] Benzema, [Federico] Valverde, semuanya benar-benar kelas dunia.
“Sekarang mereka punya [Aurelien] Tchouameni, [Eduardo] Camavinga. Itu adalah materi yang sangat bagus. Itulah mengapa laga ini sangat sulit, tetapi tidak berarti itu tidak mungkin.”
.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)



