Presiden LaLiga, Javier Tebas, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menghukum Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid yang menggagas Liga Super Eropa (ESL).
Tebas menyebut ketiga klub raksasa Divisi Primera Spanyol tersebut sudah merasakan malu setelah menerima sanksi sosial dari fans masing-masing.
Hal itu dikatakan Tebas dalam jumpa pers global LaLiga bersama presiden klub peserta secara virtual yang juga dihadiri Goal Indonesia, Kamis (22/4) malam WIB.
"Kami tidak berbicara tentang sanksi," ucap Tebas.
"Semua orang ingin memenggal kepala orang. Kami harus memiliki prosedur. Kami harus melihat bagaimana pada akhirnya dan melihat bagaimana semuanya berjalan,” ujar pria berusia 58 tahun itu.
"Saya berbicara menyoal jenis perjanjian lain [dengan ketiga klub]. Kami tidak boleh terburu-buru melakukan apapun,” kata dia.
“Saya pikir hal yang sangat penting adalah klub-klub ini telah dihukum oleh penggemar mereka sendiri. Reputasi mereka telah terpengaruh,” tambahnya.
Sebelumnya, presiden Real Madrid, Florentino Perez, tetap berkomitmen pada megaproyek Liga Super tersebut, meski masa depan kompetisi itu masih gelap. sementara presiden Barcelona, Joan Laporta, masih mengklaim bahwa Liga Super mutlak diperlukan.
UEFA mengancam. Federasi Sepakbola Eropa itu akan mencoret klub dan pemain yang mendaftar ke Liga Super, yang dikritik karena sifatnya yang tertutup.
Namun, pembahasan tentang hukuman menguap begitu saja. Di level domestik, seruan agar enam klub Liga Primer Inggris [penggagas Liga Super] dikurangi poin sejauh ini tidak membuahkan hasil.
Tapi, itu tidak mencegah Tebas untuk mengkritik klub penggagas Liga Super, termasuk kepada Perez. Nama terakhir mengklaim proyek itu akan membantu dunia sepakbola. Namun, Tebas merasa pertemuan rahasia Perez dkk memutuskan sebaliknya.
“Mereka tidak bisa menjelaskan bahwa mereka datang untuk menyelamatkan kami dari kehancuran," ucap Tebas.
"Itu tidak benar. Justru mereka merugikan kompetisi nasional. Mereka melakukannya, secara ekonomi, dan aspek keolahragaan. Jika itu bagus untuk sepakbola, mereka tidak akan melakukannya di belakang kami,” tutur pria kelahiran Kosta Rika itu.
"Penentangan yang ditunjukkan secara global dalam beberapa hari terakhir telah menunjukkan bahwa Liga Eropa yang tertutup dan elitis tidak dapat dijalankan dan tidak diinginkan," pungkasnya.
