Tottenham Newcastle 2020-21Getty Images

Liga Primer Inggris Revisi Interpretasi Handball Usai Banjir Penalti

Liga Primer Inggris memilih untuk merevisi interpretasi atau tafsiran terhadap aturan handball usai meningkatnya jumlah penalti pada awal musim 2020/21.

Menyusul rapat pemegang saham Liga Primer pada Selasa (29/9) kemarin, liga mengakui adanya tekanan besar setelah adanya enam penalti yang diberikan atas pelanggaran handball dalam tiga pekan pembuka musim ini.

Liga mendengar masukan dari para manajer, pemain dan wasit, yang semuanya tidak senang dengan cara penafsiran terhadap pelanggaran bola yang mengenai tangan di kotak terlarang.

Meski pun Liga Primer tidak bisa sepihak mengubah aturan tersebut, karena harus dilakukan oleh Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional atau IFAB, Goal memahami bahwa mereka telah menginstruksikan para wasit yang bertugas untuk tidak terlalu kaku dalam menafsirkan pelanggaran handball.

Di bawah pedoman yang baru, wasit mendapat instruksi untuk mempertimbangkan jarak kedekatan pemain dengan bola, posisi tangannya dan seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa bereaksi dari momen kejadian handball.

Itu berarti penalti kontroversial yang dihukumkan kepada pemain Manchester United, Victor Lindelof ketika menghadapi Crystal Palace, yang waktu itu tangan sang bek begitu dekat dengan titik awal tembakan dan hanya memiliki sedikit waktu untuk bereaksi, maka sepatutnya tidak dianggap sebagai penalti.

Selain itu, jika seorang pemain menggunakan lengannya untuk menjaga keseimbangan tubuh atau perlindungan, maka lebih kecil kemungkinannya dijatuhi hukuman penalti, sedangkan jika tangan pemain memblok tembakan langsung ke gawang, maka penalti kemungkinan besar akan tetap diberikan.

Di antara insiden yang paling kontroversial adalah handball Eric Dier saat berjumpa Newcastle United pada Minggu (27/9) kemarin, yang membuat The Magpies bisa mencetak gol pada menit akhir permainan untuk mencatatn hasil imbang 1-1 lawan Tottenham Hotspur.

Bahkan selepas pertandingan, manajer Newcastle, Steve Bruce, yang timnya diuntungkan dari kejadian itu, menyebut aturan handball yang dipakai sekarang ini konyol dan menambahkan: "Jika Anda memberi tahu saya bahwa itu adalah handball, maka kita sebaiknya mengemasnya."

Menariknya, di bawah interpretasi bari Liga Primer, penalti atas handball Dier tetap akan diberikan karena tangan sang pemain internasional Inggris itu berada di atas bahunya - jika merujuk pada regulasi IFAB.

Bruce bukan satu-satunya manajer Liga Primer yang mengecam tafsiran atas handball baru-baru ini, dengan bos Palace, Roy Hodgson ikut bersuara: "Itu merusak permainan sepakbola, tidak diragukan lagi."

Iklan
0