Raheem Sterling menjelaskan alasan mengapa dirinya meninggalkan Manchester City demi bergabung ke Chelsea pada musim panas ini, salah satunya adalah menjadi juara Liga Champions.
Sang winger bergabung dalam kesepakatan senilai £47,5 juta ($57 juta) saat Chelsea bergerak untuk menambah pemain di sektor lini depan yang kinerjanya buruk pada musim lalu.
Ketika Manchester City memenangkan Liga Primer Inggris pada musim 2021/22, Sterling justru memperhatikan kesuksesan Chelsea sendiri, yang termasuk mahkota Liga Champions musim 2020/21. Ia merasa klub asal London itu menuju ke arah yang positif di bawah manajer Thomas Tuchel.
Sterling melakukan debut pramusim pada Kamis (21/7) pagi WIB, di pertandingan lawan Charlotte FC, ketika The Blues kalah dalam adu penalti.
"Melihat dalam dua tahun terakhir, saya pikir ini adalah empat atau lima final yang telah kalian ikuti, kemajuan yang telah Anda bikin, Anda telah memenangkan Liga Champions," ujar Sterling kepada Chelsea TV.
"Dan kemudian, sekarang mencari tantangan untuk Liga Primer Inggris. Itu adalah sesuatu yang membuat saya tertarik ketika saya berbicara dengan klub dan Anda tahu, untuk melihat arah yang dituju."
"Ini adalah sesuatu yang benar-benar saya setujui dan saya merasa ini adalah tempat di mana saya benar-benar bisa menjadi milik saya sendiri. Saya hanya berpikir itu adalah platform yang sempurna untuk saya."
"Klub sudah memiliki mentalitas juara, tapi untuk melakukannya setiap tahun dan terus memenangkan lebih banyak trofi serta membangun musim sebelumnya, saya pikir itulah yang dilakukan manajer top seperti Thomas [Tuchel]. Ini bukan kemenangan satu tahun dan tahun berikutnya istirahat, itulah yang menggairahkan saya untuk berada di sini."




