Manchester City bakal kesulitan meyakinkan Pep Guardiola untuk bertahan di Etihad Stadium menyusul sanksi dua musim dari kompetisi UEFA, kata mantan kapten Richard Dunne.
Badan sepakbola Eropa mengumumkan pada Jumat, City dilarang berpartisipasi di Liga Champions dan Liga Europa untuk dua musim ke depan, menyusul pelanggaran serius terhadap regulasi Financial Fair Play (FFP) antara 2012 dan 2016.
City mengonfirmasi akan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS), menegaskan mereka "kecewa tapi tidak terkejut" oleh putusan UEFA, yang juga termasuk denda £25 juta.
Guardiola gabung City pada 2016 dan memimpin klub meraih lima dari enam trofi domestik di Inggris. Meski tertinggal cukup jauh dari Liverpool di Liga Primer musim ini, pria 49 tahun itu cukup sering mengindikasikan bertahan di Manchester, bahkan hingga di luar kontraknya sekarang yang kedaluwarsa pada 2021.
Namun, eks bek tengah Republik Irlandia Dunne merasa hukuman yang dijatuhkan kepada City bisa membuat Guardiola berubah pikiran.
"Ke mana pun dia pergi, ia selalu di sana untuk menjadi pemenang. Itulah yang akan membuatnya bertahan," kata Dunne kepada Omnisport.
"Ia ingin pergi dan memenangkan trofi dan jika City dalam situasi di mana mereka tidak bisa lagi bersaing, karena mereka menjual pemain dan tak bisa menarik minat pemain top karena tidak ada Liga Champions, ini akan sulit.
"Saya hanya berpikir klub ini terorganisasi sangat rapi -- seluruh klub, tidak hanya tim utama. Mereka memiliki struktur di mana mereka akan bertahan dan berusaha dan membangun kembali.
"Tapi kehilangan seseorang seperti Pep Guardiola akan menjadi pukulan telak. Dia adalah apa yang mereka upayakan, usahakan dan mendapatkannya sebagai manajer, dan ia sukses.
"Anda mendengarkan para pemain bicara soal mengapa mereka bergabung untuk tim dan Pep merupakan daya tarik besar untuk pemain mana pun."


