Keputusan mengejutkan diambil Vladimir Vujovic. Sosok asal Montenegro tersebut memutuskan mundur dari kursi pelatih PSIM Yogyakarta.
Penyebab Vujovic, melepaskan jabatannya karena merasa bertanggungjawab dengan hasil buruk yang dialami PSIM. Dari tiga pertandingan yang dimainkan Laskar Mataram hanya mampu memetik tiga poin.
Alhasil, saat ini PSIM harus puas menduduki peringkat sembilan klasemen sementara Wilayah Timur Liga 2019. Cristian Gonzales dan kawan-kawan tertinggal tiga poin dari Persik Kediri yang ada di pucuk.
"Seperti kita ketahui, 3 laga sudah dilewati dengan dua hasil tandang yang cukup baik. Tapi pertandingan ketiga melawan Persik, kita kalah dan jadi hal yang mengecewakan serta memalukan untuk karier saya, dan tidak bisa saya lupakan begitu saja," kata Vujovic dikutip dari Instagram resmi PSIM.
"Saya ingin mengatakan bahwa itu bukan pola permainan yang saya inginkan, tapi saya yakin itu tak akan memperbaiki kepercayaan yang sudah luntur terhadap saya selama ini."
"Saya sudah cinta klub dan kota ini, tapi demi kebaikan semua, saya memutuskan bahwa pertandingan melawan PSBS [Biak] adalah partai terakhir saya sebagai pelatih PSIM, apapun hasilnya," tambahnya.
Lebih lanjut, eks pilar Persib Bandung tersebut mendoakan PSIM dapat meraih hasil maksimal di laga selanjutnya. Ia pun siap memberikan jasanya meski tak lagi jadi pelatih kepala.
"Semoga target klub untuk ke Liga 1 tetap tercapai. Saya sudah utarakan hal ini ke manajemen, dan saya akan tetap mengabdi ke klub ini di bidang lain sesuai yang ditugaskan manajemen, sebagai wujud cinta saya terhadap PSIM dan DIY."
"Saya juga akan mengambil lisensi kepelatihan A, itulah keputusan yang saya ambil. Saya sangat yakin bahwa klub ini punya masa depan yang cerah dan akan meraih sukses musim ini untuk bisa promosi ke Liga 1."
