Barito PuteraAlvino Hanafi

Liga 1 Masih Buram. Kesejahteraan Skuad Barito Putera Tetap Terjaga

Tak ada perubahan besaran gaji yang diberikan manajemen Barito Putera, kepada pemain, tim pelatih dan ofisial. Meski, lanjutan Liga 1 musim ini masih belum ada kejelasannya.

Skuad Djadjang Nurdjaman, masih menerima upah 50 persen. Besaran tersebut sesuai dengan surat keputusan PSSI yang dikirimkan kepada seluruh klub beberapa waktu lalu.

"Insyaallah kewajiban kita akan kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. Bukan kita tidak memerhatikan kesejahteraan pemain, tentu kita sangat memerhatikan itu, karena nilai kita kekeluargaan," kata CEO Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman dikutip laman resmi klub.

"Tapi nilai-nilai profesional juga tetap harus kita junjung tinggi. Jadi apa yang sudah sesuai aturan yang ditetapkan, itu yang kita laksanakan," Hasnur menambahkan.

Sebetulnya, seluruh klub sudah sepakat melanjutkan Liga 1 musim pada 1 November 2020. Kesepakatan tersebut terjadi setelah diadakan rapat bersama PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) di Yogyakarta, beberapa hari lalu.

Namun, Kepolisian Republik Indonesia enggan menerbitkan izin keramaian lanjutan Liga 1 digelar di bulan depan. Masih belum berakhirnya pandemi virus corona dan bakal diadakannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang jadi sebabnya.

Barito PuteraGoal Indonesia

Sekarang PSSI masih berupaya untuk lanjutan Liga 1 dilaksanakan 1 November. Dalam waktu dekat federasi sepakbola nasional tersebut bersama PT LIB, bakal melakukan pertemuan dengan Kepolisian Republik Indonesia.

Bila izin benar tidak diberikan oleh Kepolisian Republik Indonesia, PSSI telah menyiapkan opsi lain. Kompetisi bakal dilangsungkan, Desember atau Januari tahun depan dengan mengubah format menjadi dua wilayah seperti beberapa tahun yang lalu.

"Kalau masalah kewajiban klub terhadap pemain saya pikir kita masih di ambang profesionalitas. Jadi semua kebutuhan itu memang masih wajar," ucap manajer Barito Putera, Mundari Karya.

"Apalagi filosofi kebersamaan dan kekeluargaan ini lah yang kita junjung. Selama ini para pemain masih tercukupi lah kebutuhannya," Mundari melanjutkan.

Sejak 16 Oktober lalu, para pemain Barito Putera tidak lagi menggelar latihann bersama. Rizky Pora serta kawan-kawan dipulangkan ke kediaman masing-masing dan rencananya berkumpul pada 15 November mendatang.

Dalam lanjutan Liga 1, Barito Putera tidak bisa berkandang di Stadion 17 Mei. Penyebabnya karena PSSI dan PT LIB memusatkan seluruh pertandingan di Pulau Jawa dengan tanpa penonton.

Alhasil, Barito Putera harus mencari stadion di Pulau Jawa untuk menjamu lawan-lawannya. Klub kebanggaan Bartman tersebut memilih berkandang di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Sebelum Liga 1 dihentikan Barito Putera sudah bermain sebanyak tiga kali. Hasilnya, Laskar Antasari dikalahkan Madura United 4-0, Bali United 2-1, serta ditahan PSM Makassar 1-1.

Iklan
0