Keputusan Bali United mencatatkan sahamnya ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ternyata turut membawa dampak positif untuk PSSI. Keuangan Serdadu Tridatu, dapat diketahui secara transparan oleh masyarakat luas.
Sebelumnya, masyarakat tidak bisa mengetahui secara detail pengunaan uang yang dimiliki klub di tanah air. Akan tetapi, bila melantai di BEI keuangan mereka dapat dilihat karena semua datanya tercatat dan publikasikan.
Bali United jadi klub Indonesia bahkan Asia Tenggara, yang melakukan Initial Public Offering (IPO) dengan kode BOLA. Pada penawaran perdana ditetapkan sebesar Rp175 per saham.
"Karena sekarang ini kita susah untuk mengetahui sebuah klub itu sebenarnya membelanjakan uangnya berapa, penggunaan finansialnya fair play atau tidak. Sekarang ini kita tidak tahu hal itu," kata Plt ketua umum PSSI Iwan Budianto.
"Kita bisa baca secara terbuka. Walaupun kita punya satu lembar saham saja, kita bisa tahu total uang yang ada. Ini bagus buat sepakbola kita," tambahnya.
Maka dari itu Iwan berharap seluruh klub dapat mengikuti jejak Bali United mencatatkan sahamnya di BEI. Menurutnya, hal tersebut untuk kebaikan dan kemajuan sepakbola nasional.
"Ketika sebuah klub itu melepas sahamnya, mereka akan semakin terbuka, mereka dituntut untuk semakin transparan dan sebagainya. Itu yang kita ingin di sepakbola kita, kalau seluruh peserta kompetisinya punya transparansi yang sama seperti seluruh klub yang melepas sahamnya ke bursa, pasti sepakbolanya akan semakin bagus," ucapnya.



