OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN
Liga 1 2017 telah berakhir. Para pemain seluruh klub pun kini sedang dalam masa libur. Biasanya, di masa libur kompetisi ini marak digelar turnamen antarkampung atau yang biasa disebut tarkam.
Nah, kebanyakan, tim-tim yang mengikuti turnamen itu kerap mengundang para pemain nasional atau yang bermain di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Itu supaya menambah semarak turnamen tersebut. Tentunya, para pemain itu akan dibayar cukup mahal untuk ukuran tarkam.
Namun Borneo FC langsung memagari para pemain mereka agar tidak bermain tarkam. Terutama untuk para pemain muda tim Pesut Etam.
"Khusus pemain Borneo, kami ada larangan keras. Karena ketika risiko cedera yang akan dirugikan bukan hanya pemain saja, namun klub juga terkena imbasnya," ucap Farid Abubakar, manajer tim Borneo seperti dikutip laman resmi Liga 1.
"Ada beberapa pemain muda kami yang terikat kontrak panjang. Durasinya antara dua sampai tiga tahun, khususnya untuk pemain muda bertalenta. Tetap harus memperhatikan kondisi dan kesehatan, supaya mereka bisa lebih bagus lagi di musim depan," tambahnya.
Lebih lanjut, Farid mengungkapkan timnya akan mulai berkumpul kembali, Desember nanti. Itu untuk persiapan musim depan sekaligus mengikuti turnamen pramusim.
"Tapi kalau ada perubahan agenda, akan diinfokan secepatnya kepada para pemain," pungkasnya.



