Menempati berbagai posisi menjadi kelebihan yang dipunya Tony Sucipto. Pilar Persija Jakarta tersebut bisa diandalkan untuk bertugas di mana saja.
Acap kali Tony, ditempatkan untuk mengisi sektor kiri pertahanan. Namun, pesepakbola berusia 35 tahun tersebut juga berperan sebagai bek tengah dan gelandang bertahan.
Disinggung posisi favoritnya, Tony memberikan jawaban bijak. Ia menyerahkan semua keputusan kepada pelatih yang sudah paham dengan kebutuhan timnya.
“Bagi saya, Apa pun posisi yang diminta pelatih, saya siap melakukan yang terbaik demi membantu tim,” kata Tony, dikutip laman resmi klub.
Karier Tony, dimulai menempati posisi bek tengah. Akan tetapi, kemudian eks Persib Bandung tersebut dipindahkan tempatnya ke bek kiri ketika membela timnas Indonesia pada SEA Games 2005.
Tentu bukan pekerjaan mudah untuk menjalankan tugas di posisi yang berbeda-beda. Seiring berjalannya waktu, Tony akhirnya paham dan mampu beradaptasi dengan berbagai peran.
Mario Sonatha“Kuncinya adalah memahami cara kerja, tugas, dan fungsi masing-masing posisi,” ucap pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur tersebut.
Selain itu, Tony mengaku belajar dari video-video pertandingan sepakbola Eropa. Ia lalu mengaplikasikannya tayangan yang sudah direkam dalam otaknya ketika bermain.
“Saya selalu menyugesti diri dengan mengatakan, ‘Hari ini main di posisi ini, dengan tugas seperti ini’,” ucap mantan pilar Sriwijaya FC tersebut.
“Kalau pemain lain kan ada yang ‘ritual’ bolak-balik toilet, tapi cara saya adalah menyugesti diri tentang posisi yang akan dimainkan saat itu.” ia melanjutkan.
Saat ini Tony, dan para pemain Persija lainnya masih berlatih mandiri dari kediaman masing-masing. Pasukan Angelo Alessio tersebut sudah menghentikan aktivitas latihan bersama sejak awal Juli 2021.
Keputusan tersebut diambil karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Kebijakan dari pemerintah pusat yang kini berubah naman menjadi PPKM Level 4, kalau tidak kembali diperpanjang berakhir besok (2/8).


