Leonardo Bonucci menyatakan, komentar "lancang" dari Declan Rice menginspirasi keberhasilan Italia memenangkan Euro 2020 dengan menang adu penalti lawan Inggris.
Inggris unggul terlebih dahulu sejak menit kedua lewat gol Luke Shaw, namun Bonucci menyamakan skor untuk Italia di babak kedua, tepatnya pada menit ke-67.
Setelah babak perpanjangan waktu, kedudukan sama kuat 1-1 sehingga dilanjutkan dengan babak adu tos-tosan. Italia berhak dinobatkan sebagai juara setelah menang 3-2 dalam adu penalti ini.
Bonucci mengakui, kesuksesan Italia itu didorong oleh keinginan untuk membuktikan kepada para suporter Inggris dan salah satu pemain bintang bahwa mereka salah.
Bek Juventus itu mengakui, skuad Azzurri menjadi marah setelah nyanyian "It's Coming Home" oleh fans The Three Lions sepanjang musim panas dan gelandang West Ham United Rice menyatakan bahwa mereka lebih termotivasi untuk memenangkan kompetisi ketimbang Italia jelang final.
"Kami tidak terlalu memperhatikannya sampai pertandingan lawan Spanyol," ujar Bonucci kepada The Athletic.
"Kemudian kemarahan di dalam diri kami mulai memuncak. Kami ingin menunjukkan kepada mereka bahwa final belum ditentukan."
"Bahwa mereka belum menang. Mendengar lagu itu diulang-ulang dan komentar dari Declan Rice yang mengatakan Inggris sepuluh kali lebih termotivasi untuk menang daripada kami...yah, itu adalah jenis kesalahan yang dilakukan pemain muda."
"Anda tidak perlu mengatakan itu. Anda seharusnya tidak pernah mengatakan kalau Anda menginginkan sesuatu yang lebih dari orang lain atau Anda lebih baik dari orang lain."
"Anda harus selalu menempatkan diri Anda pada level yang sama dengan lawan Anda, tetap rendah hati dan melepaskan tendangan di waktu yang tepat. Kami tidak pernah mengatakan kami akan menang, hanya saja kami hanya berjarak satu inci dari semua yang kami lakukan serta mendapatkan hasil yang tepat. Kami tidak pernah sombong tentang hal itu."
"Kami tetap rendah hati dan itulah yang membuat perbedaan. Kami memiliki tim yang hebat, pelatih yang tepat, dan staf yang hebat di belakang kami."
