Leicester City berpeluang untuk terusir dari markas mereka, King Power Stadium, dan memainkan tiga sisa pertandingan Liga Primer Inggris musim ini di stadion netral.
Menurut ESPN, situasi tersebut bisa terjadi apabila pemerintah Inggris kembali memberlakukan lockdown di kota Leicester karena adanya lonjakan kasus positif virus corona.
Sebanyak 658 kasus COVID-19 baru ditemukan di wilayah tersebut dalam kurun waktu dua pekan sebelum 16 Juni, sehingga perlu mendapat penanganan serius.
Duel perempat-final Piala FA, Minggu (28/6) kemarin, saat kalah 1-0 dari Chelsea, kemungkinan bisa menjadi laga terakhir mereka di King Power untuk musim 2019/20 ini. Mereka masih harus menuntaskan tujuh laga tersisa, tiga di antaranya di kandang sendiri.
Pasukan Brendan Rodgers, sesuai jadwal, akan menjamu Crystal Palace pada 4 Juli mendatang dan Sheffield United pada 15 Juli, sebelum partai kandang terakhir melawan Manchester City yang berpeluang menjadi penentu bagi kedua tim dalam memperebutkan tiket menuju Liga Champions.
Sebelumnya, ada laporan yang mengatakan bahwa 20 klub Liga Primer memiliki kesepakatan untuk menggelar pertandingan di tempat netral apabila tidak bisa menggunakan kandang mereka.
Sebelum musim ini kembali pada 17 Juni lalu, tiga pertandingan yang melibatkan Liverpool - kunjungan ke Everton dan Manchester City serta menjamu Palace - sempat dipertimbangkan untuk diadakan di tempat netral karena masalah kesehatan publik sebelum akhirnya diizinkan sesuai rencana awal Liga Primer.
Namun, yang pasti, keputusan untuk mengisolasi kota Leicester yang berpeluang dilakukan dalam beberapa hari ke depan bisa mengancam nasib perjalanan The Foxes yang telah gemilang menduduki papan atas klasemen musim ini.


