Mantan bek Manchester United Paul Parker mengeluarkan kritik keras terhadap klub dengan mengatakan si Setan Merah nyaris tidak bisa disebut klub sepakbola.
Meski dari sisi finansial Man United jauh dari masalah, mereka punya cerita kelam di atas lapangan semenjak Sir Alex Ferguson meninggalkan klub.
Ole Gunnar Solksjaer menjadi manajer terkini yang merasakan betapa panasnya kursi di Old Trafford, terlebih setelah mereka dihajar tim papan bawah Watford. Sementara itu nama-nama mentereng lainnya seperti Jose Mourinho, Louis van Gaal dan David Moyes gagal menghadirkan sukses.
Tetapi Parker merasa Solsjkaer tidak layak menanggung semua kesalahan United, dia lebih senang menunjuk pada cara keluarga Glazer dan Ed Woodward sebagai biang kerok kekacauan klub.
"Di momen sekarang, semua yang terjadi menjadi tanggung jawab manajer. Itu mengejutkan," ujarnya di Daily Express. "Cerita demi cerita terus bermunculan."
"Situasinya menjadi sulit untuk semua orang. Menjadi mantan pemain sebuah klub sudah sulit dan jika Anda bermain untuk klub tersebut dan menikmati petualangan di sana, maka Anda punya perasaan spesial untuk klub."
"Anda mungkin tidak mendukung mereka, tetapi setidaknya Anda ingin melihat sesuatunya berjalan dengan benar, dan Anda tidak ingin mereka untuk didiskrimasi."
"Untuk sekrang, United sedang didiskriminasi. Sisi sepakbolanya oleh sisi bisnis."
"Sekarang adalah Manchester United, bukan lagi Manchester United FC. Dulu klub sepakbola, bukan bisnis. Dulu klub sepakbola untuk sebagian orang-orang di Manchster. Tetapi ini sekarang sudah menghilang," ujarnya di Daily Express.
Pemecatan van Gaal untuk mendatangkan Mourinho setelah merajai Piala FA disebut Parker sebagai salah satu contoh minimnya moral klub.
"Anda lihat apa yang telah mereka lalukan pada LVG. Mereka tidak menghormati, mereka mempermalukan pelatih hebat dan manajer kelas dunia," lanjutnya.
"Dia memenangkan final, kemudian mereka memecatnya. Ada masalah besar, masalah besar di klub."


