Inggris dan suporter mereka pantas merasakan trauma akibat patah hati kalah adu penalti di final Euro 2020 melawan Italia karena arogansi mereka sepanjang turnamen, klaim legenda Jerman, Lothar Matthaus.
The Three Lions mengalami kekalahan adu penalti 3-2 dari Azzurri di Wembley, Senin (12/7) dini hari WIB, setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu, dengan Luke Shaw dan Leonardo Bonucci mencetak gol untuk masing-masing tim.
Dan mantan pemenang Ballon d'Or, Matthaus, tidak begitu bersimpati dengan pasukan Gareth Southgate karena mantan pemain Jerman berusia 60 tahun itu kesal dengan sekelompok fans Inggris sepanjang turnamen.
"Fans Inggris memusuhi gadis kecil berseragam Jerman," tulis Matthaus di SportBild. "Mereka menyoraki lagu kebangsaan lawan."
"Kiper Denmark Kasper Schmeichel, pandangannya diganggu dengan laser saat momen penalti yang didapat gara-gara diving Raheem Sterling untuk bisa lolos ke semi-final."
"Juga ada perilaku rasis terhadap pemain mereka sendiri setelah final. Orang-orang Inggris yang terhormat, itu adalah perilaku tidak sportif yang tidak kami ketahui dari kalian dan tidak ingin pernah ingin kami lihat lagi."
"Jadi, maaf untuk pada pemain, tapi kalian [fans Inggris] pantas merasakan trauma setelah kalah adu penalti di final."
Komentar Matthaus tentang "gadis kecil berbaju Jerman" berkaitan dengan pendukung Inggris yang mengejek seorang bocah Jerman yang terlihat menangis usai The Three Lions mengalahkan pasukan Joachim Low 2-0 di babak 16 besar Euro 2020.
Ejekan terhadap lagu kebangsaan lawan di Wembley menjadi tema yang berulang sepanjang turnamen, dengan Southgate sampai meminta secara terbuka kepada fans Inggris untuk tidak melakukan hal serupa sebelum final melawan Italia.
Sementara untuk kasus sorotan laser dari fans ke wajah Schmeichel, Inggris terbukti bersalah dan asosiasi mereka (FA) dikenai hukuman denda £26.000 dari UEFA.
