Thierry Henry Montreal 2020Getty

Legenda Arsenal Thierry Henry Hapus Akun Media Sosial, Kenapa?

Legenda Arsenal dan timnas Prancis, Thierry Henry, mengumumkan dirinya tidak akan lagi memakai media sosial menyusul maraknya rasisme dan perundungan secara daring.

Rasisme di media sosial jadi topik serius di musim ini setelah banyak pemain berkulit gelap yang menjadi korban serangan warganet yang tidak bertanggung jawab.

Sejumlah pemain Manchester United seperti Marcus Rashford, Anthony Martial, Axel Tuanzebe, dan yang terbaru, Fred, jadi sasaran ejekan secara rasial di media sosial. Pemain lain seperti Reece James (Chelsea), Romaine Sawyers (West Bromwich Albion), dan Alex Jankewitz (Southampton) juga bernasib sama.

Bullying atau perundungan ini bukan hanya didapat oleh pesepakbola. Wasit pun juga jadi korban, seperti yang dialami Mike Dean. Wasit Liga Primer Inggris itu mendapat ancaman pembunuhan di media sosial

Henry pun memutuskan untuk meninggalkan akun media sosialnya sekaligus menuntut perusahaan media sosial agar memiliki sistem yang lebih efektif dalam menekan rasisme.

"Halo semuanya. Mulai besok pagi saya akan menghapus diri saya dari media sosial sampai orang-orang yang berkuasa dapat mengatur platform mereka dengan komitmen yang sama seperti ketika mereka mengurus soal hak cipta," tulis Henry di media sosial miliknya.

"Tingginya rasisme, perundungan, dan penyiksaan mental sama sekali tidak boleh diabaikan. Harus ada pertanggungjawaban dalam hal ini."

"Terlalu mudah untuk membuat sebuah akun, lalu menggunakannya untuk mengejek dan melecehkan orang lain tanpa konsekuensi dan itu semua dilakukan secara anonim."

"Sampai hal ini berubah, saya akan menonaktifkan akun saya di semua media sosial. Saya berharap ini cepat selesai," kata Henry, yang bulan lalu mundur sebagai pelatih klub MLS, CF Montreal, karena alasan keluarga.

Berbagai upaya mulai dilakukan untuk mengurangi rasisme di media sosial ini. Federasi Sepakbola Inggris (FA) beberapa waktu lalu mendesak perusahaan media sosial agar lebih ketat dalam verifikasi penggunanya.

Sementara itu, Instagram dikabarkan telah memperketat aturan terkait ujaran kebencian, seperti penghapusan akun secara langsung dan membuat pesan-pesan beranda kasar menjadi sulit terlihat.

Iklan
0