Bintang reality show The Only Way is Essex, Mark Wright (33 tahun), melakoni debut profesional sebagai pesepakbola bersama klub League Two alias divisi empat Liga Inggris, Crawley Town.
Teraktual, Crawley secara mengejutkan sukses menyingkirkan Leeds United dengan skor 3-0 pada putaran ketiga Piala FA di Stadion The People’s Pension, Minggu (10/1).
Gol kemenangan sang tuan rumah masing-masing dicetak oleh Nicholas Tsaroulla (50’), Ashley Nadesan (53’), dan Jordan Tunnicliffe (70’).
Wright—yang berposisi sebagai bek kiri—baru diturunkan pelatih John Yems pada menit ke-90’+1 menggantikan Tom Dallison.
Meskipun tidak mendapatkan banyak sentuhan bola, momen ini terbilang besar bagi Wright yang belum pernah tampil pada laga profesional.
Sebelum berkarier sebagai selebritis, Wright tercatat pernah membela Crawley pada musim 2006/07. Sejak Desember 2020 yang diawali berlatih di klub selama dua bulan sebelumnya, ia kembali dengan status pemain non-kontrak.
Kala remaja, Wright pernah mencoba menekuni speakbola. Ia sempat berstatus pemain junior dan kapten tim kelompok umur di Tottenham Hotspur.
Apes, Wright dilepas Spurs dan kariernya merosot dengan bergabung ke klub non-liga. Itu yang akhirnya bikin dia banting setir menjadi selebritis reality show televisi Inggris, antara lain: I'm a Celebrity Get Me Out of Here atau Take Me Out: The Gossip, hingga menjadi penyiar di radio Heart.
Kepada BBC, Wright—yang menikah dengan aktris Michelle Keegan—mengakui bahwa kala ia dilepas Spurs adalah momen yang menghancurkan baginya. Tapi, ia menyadari itu imbas dari kehidupan indisiplinernya sebagai talenta muda yang sedang naik daun.
“Pada hari saya dirilis oleh Tottenham adalah salah satu hari terburuk dalam hidup saya. Saya menangis, saya menyadari bahwa saya mengacau,” ucap Wright.
“Saya tidak ingin menghadapi keluarga saya, saya tidak ingin menghadapi teman-teman saya. Saya malu. Saya memiliki semuanya, 18 tahun, pergi ke sejumlah klub dan saya hanya berpikir, ‘sudah selesai’.”
“Saya telah dimanjakan, saya bermain untuk Arsenal, West Ham United, dan Tottenham sepanjang hidup saya dan tidak pernah merasakan kesulitan ketika berhubungan dengan sepakbola."
“Saya kapten tim junior. Saya pernah bermain untuk tim cadangan bersama Jamie Redknapp, Stephen Dalmat, Helder Postiga. Saya memiliki semuanya.”
“Dalam satu musim panas selama sebulan, saya minum alkohol untuk pertama kalinya, makan apa yang saya inginkan setiap hari, berat badan naik, lalu kembali ke sesi latihan pramusim, dan para penjaga gawang menghukum saya. Saya tidak bisa melanjutkannya.”
“Hengkang ke ke klub League One, Southend, dan berpikir ‘Benar, saya telah mundur ke League One, saya harus bangkit kembali’.”
“Saya akan berlatih lebih keras, berlatih lebih lama. Memaksimalkan apa yang saya lakukan sekarang di Crawley.”
“Tetap berlatih bersama pelatih kebugaran. Secara rutin, saya akan bekerja lebih keras untuk kembali ke performa terbaik saya,” pungkasnya.




