Hasil buruk yang diperoleh Vietnam dalam dua bulan terakhir berimbas kepada penjualan tiket pertandingan melawan timnas Indonesia. Hingga, Senin (25/3), lusinan calo masih belum bisa menjual habis tiket yang berada di tangan mereka.
Federasi sepakbola Vietnam (VFF) telah menjual tiket pertandingan yang berlangsung, Selasa (26/3) malam WIB, secara daring sejak 15 Maret lalu. Sedangkan penjualan tiket secara langsung dilakukan di kantor VFF di di Stadion My Dinh mulai 22 hingga Maret.
VFF menjual tiket dengan empat kategori yakni mulai 200 ribu Dong hingga 600 ribu Dong. Namun hingga H-1, penjualan tiket untuk pertandingan masih lesu. VFF pun masih terus menggenjot penjualan tiket di Stadion My Dinh.
Laman Tienphong mewartakan, pemandangan serupa juga terlihat di sekitar Stadion My Dinh. Bahkan calo tiket yang berkeliaran lebih banyak dibandingkan calon pembeli.
Media Vietnam ini menyatakan, pemandangan seperti itu merupakan hal yang tidak lumrah, mengingat di masa sebelumnya penjualan tiket pertandingan tim nasional selalu dipadati antrean suporter. Dua kekalahan dari Indonesia dianggap menjadi penyebab penjualan tiket lesu.
Calo tiket berinisial T mengungkapkan, hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Bahkan T menggambarkan sepinya masyarakat yang membeli tiket lebih buruk dibadingkan pandemi COVID-19. Padahal harga tiket yang dijual hanya berselisih sekitar 50 hingga 100 ribu Dong dari harga resmi.
“Belum pernah terjadi penjualan tiket sesulit tahun ini. Saya punya 100 pasang tiket yang tidak bisa terjual. Calon pembeli yang lewat hanya menanyakan harganya. Padahal murah sekali, tapi saya tidak melihat ada orang yang bersedia mengeluarkan uang untuk membelinya,” tutur calo wanita ini.
Sepinya pembeli di calo ditengarai tiket masih tersedia di konter resmi. Seorang suporter, mengungkapkan, ia baru kali mudah mendapatkan tiket.
“Seperti beberapa pertandingan timnas Vietnam sebelumnya, saya melalui jalur online untuk berburu tiket. Jika saya tidak bisa memesannya, saya akan pergi ke pasar gelap, dan mendapatkan harga dua kali lipat,” ucap seorang fan yang tinggal di distrik Nam Tu Liem, Hanoi.
“Namun, kali ini saya bisa dengan mudah membeli tiket mendekati harga aslinya. Meskipun tim Vietnam tidak dalam kondisi bagus, dan tidak mendapatkan hasil bagus, saya akan menonton dan mendukungnya.”
