Lazio Yang Diam-Diam Menghanyutkan

Komentar()
Immobile Lazio Cagliari Serie A
Siapa sangka Lazio adalah tim terproduktif di Serie A dan menjadi satu-satunya wakil Italia yang masih bisa diharapkan di Eropa.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di twitter

Ketika Lazio melibas AC Milan 4-1 dalam giornata ketiga Serie A Italia 2017/18, banyak pihak yang terperanjat. Pesta gol, apalagi melawan tim kuat, bukanlah sesuatu yang lazim terjadi di liga ini. Namun, pertandingan tersebut memberikan isyarat jelas bahwa ada sesuatu yang spesial dari Lazio.

Benar saja, kegemilangan Lazio terus berlanjut di sepanjang musim ini. Mereka sempat membungkam Juventus lewat kemenangan dramatis 2-1 di Turin pada Oktober lalu. Deretan skor-skor telak terus mereka ukir secara rutin, sampai akhirnya pada awal April ini Gli Aquilotti tercatat sebagai tim terproduktif di Serie A.

Dengan menyarangkan 75 gol hingga giornata 31, Lazio mampu mengungguli dua tim teratas, Juventus (74 gol) dan Napoli (66 gol). Meski belum mampu bersaing langsung, apa yang dilakukan Biancoceleste sejauh ini terasa luar biasa untuk ukuran tim yang kurang diperhitungkan di awal musim.

Sebagai catatan tambahan, Lazio juga mengukir konversi gol tertinggi di Serie A musim ini (21 persen), sebuah efektivitas yang setara dengan Juventus. Mereka juga tinggal berjarak empat kemenangan atau 12 angka lagi untuk menyamai poin tertinggi mereka di Serie A saat meraih Scudetto pada 1999/00 (72 poin).

Tidak hanya di Serie A, Lazio juga mencuri perhatian di Eropa. Seiring dengan kekalahan telak Juventus dan AS Roma di leg pertama perempat-final Liga Champions, maka Lazio adalah satu-satunya harapan Italia di kompetisi Eropa. Satu kaki Marco Parolo cs. sudah berada di semi-final Liga Europa setelah melibas Red Bull Salzburg 4-2 di leg pertama perempat-final.

Satu sosok yang tak bisa dipisahkan dari kebangkitan tim ibu kota ini adalah sang pelatih, Simone Inzaghi. Padahal, penunjukannya di musim lalu terbilang tak terduga. Lazio kala itu sedang murka lantaran Marcelo Bielsa tiba-tiba mundur hanya dua hari setelah ditunjuk sebagai pelatih. Nyatanya, minggatnya Bielsa justru menjadi berkah terselubung.

Bukan cuma memiliki pengetahuan taktik yang oke, Inzaghi ternyata mampu menyuntikkan karakter ke dalam tim yang sangat membantu mereka untuk keluar dari tekanan ‒ sesuatu yang tidak mereka miliki dalam beberapa tahun terakhir. Adik dari Filippo Inzaghi ini melanjutkan kinerja positifnya yang sudah terdeteksi sejak ia menukangi tim primavera Lazio.

Simone Inzaghi Lazio Coppa Italia 01282018

Lazio celebrates, Serie A, 31032018

Mental tim yang solid begitu tampak dalam sejumlah laga penting: versus Juventus, Salzburg, dan yang terbaru kontra Udinese. Di laga-laga itu, Lazio sempat tertinggal lebih dulu sebelum bangkit dan mengepak kemenangan. Lazio juga mencatatkan 10 kemenangan tandang di Serie A musim ini, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Selain itu, meledaknya sejumlah pemain juga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Ciro Immobile menjadi yang paling menonjol. Striker yang pernah gagal dalam perantauannya di Jerman dan Spanyol ini tampil sangat produktif lewat torehan 38 gol sejauh ini.

Sebanyak 27 gol di antaranya tercipta di Serie A, membuatnya menjadi pemain Lazio pertama yang mampu menembus jumlah gol sebanyak itu dalam satu musim Serie A, mengalahkan catatan bomber legendaris klub macam Hernan Crespo (26) dan Giuseppe Signori (26).

GFX Lazio XI 2017/18

Sokongan dari para gelandang menjadi alasan utama di balik menggilanya Immobile. Ada sang kapten Marco Parolo yang kerap muncul tiba-tiba dari lini kedua, performa dominan dari sang gelandang rebutan klub-klub top, Sergej Milinkovic-Savic, hingga duo eks Liverpool, Luis Alberto dan Lucas Leiva, yang terlahir kembali di Olimpico.

Satu-satunya hal negatif dari Lazio di musim ini barangkali adalah lini belakang mereka yang terlihat rapuh. Membenahi pertahanan menjadi misi Inzaghi berikutnya agar Lazio bisa terus naik level. Tugas ini dipastikan semakin sulit setelah Stefan De Vrij bakal hengkang di musim panas nanti.

Derajat Lazio memang belum setara Juventus, sejarah mereka tak sementereng Milan atau Inter. Namun perlahan tapi pasti, Lazio era Inzaghi berpotensi menjadi kekuatan baru di musim depan. Diam-diam, Si Elang siap mengusik dominasi Si Nyonya Tua.

 

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Barcelona Jadi Pemenang Dalam Derbi Madrid
2. Ander Herrera Ludahi Lambang Manchester City?
3. Mimpi Buruk Derbi Bisa Berbuntut Panjang Buat Manchester City
4. Bek Johor Darul Takzim Ingin Pindah Ke Persija Jakarta Atau Persib Bandung
5. Marko Simic & Ismed Sofyan Pimpin Statistik Ini Di Piala AFC

Tutup