Meski telah tersingkir dari perburuan tiket ke putaran final, jajaran pelatih Nepal menargetkan akhir yang manis pada laga pamungkas Grup A babak ketiga kualifikasi Piala Asia 2023 melawan timnas Indonesia, Rabu (15/6) dini hari WIB, di Stadion Internasional Jaber Al-Ahmad.
Nepal telah melalui dua laga dengan kekalahan, yakni dibekap Yordania 2-0, dan dihajar Kuwait 4-1. Hasil akhir melawan Indonesia di laga pamungkas tidak akan memberikan pengaruh terhadap Nepal.
Asisten pelatih Kiran Shrestha meyakini tim besutannya akan mendapatkan hasil positif melawan Indonesia. Keberhasilan Darshan Gurung menjebol gawang Kuwait sejak pertemuan pertama kedua tim 40 tahun lalu menjadi modal motivasi bagi Narayug Shrestha dan kawan-kawan.
“Kami memang sudah tersingkir dari kompetisi. Tapi saya yakin kami bisa mendapatkan hasil yang manis melawan Indonesia di pertandingan terakhir. Semangat juga pemain muda ini sangat tinggi,” kata Shrestha.
Shrestha berharap performa Nepal bisa lebih baik dibandingkan saat dibekap Kuwait. Nepal mampu menyulitkan Kuwait, sehingga tuan rumah hanya mencetak satu gol di babak pertama. Namun selepas Youssef Nasser mencetak gol kedua untuk Kuwait, permainan Nepal berantakan.
“Kami memperlihatkan perform abagus di babak pertama. Tapi kami kehilangan ritme setelah gol kedua. Walau kami punya beberapa peluang untuk mencetak gol di waktu sisa, kami tidak mampu memanfaatkannya. Kami baru bisa mencetak gol di injury time,” jelas Shrestha.
Sejak awal pelatih Nepal Abdullah Almutairi memang sudah pesimistis tim besutannya bisa mengatasi Yordania, Kuwait, dan Indonesia. Kendati demikian, ia tetap menginginkan hasil positif.
“Kami tidak punya banyak tekanan, karena kami merupakan tim terbawah (tidak diunggulkan) dari keempat tim di grup ini. Lebih mudah buat kami bermain tanpa adanya tekanan. Tapi sebagai sebuah tim, kami menginginkan sesuatu,” kata Almutairi dalam keterangannya sebelum duel perdana melawan Yordania.
Almutairi sempat tak sadarkan diri di awal babak kedua melawan Kuwait, sehingga dilarikan ke rumah sakit setempat. Cuaca panas di Kuwait menjadi penyebab Almutairi pingsan, mengingat ia telah menderita sakit jantung sejak Februari lalu.
