LAUTARO MARTINEZ INTER MAILANDGetty Images

Lautaro Martinez Sebut Rasa Final Liga Champions & Piala Dunia Sama

Ujung tombak Inter Milan Lautaro Martinez menilai pertandingan final antara Liga Champions dan Piala Dunia tidak jauh berbeda, dan menegaskan tekad Nerazzurri membawa trofi kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa itu ke Milan.

Lautaro dalam perjalanan menuju trofi bergengsi lainnya setelah ia tampil menjadi juara dunia 2022 bersama Argentina di Qatar pada tahun lalu. Lautaro bakal mempunyai peranan penting di pertandingan melawan Manchester City, Minggu (11/6) dini hari WIB.

Penyerang berusia 25 tahun ini telah menyumbangkan 28 gol dan 11 assists dari 56 penampilannya sepanjang musim 2022/23. Lautaro pun menganggap final Liga Champions dan Piala Dunia memiliki rasa yang sama.

“Itu adalah dua final terpenting yang bisa dimainkan seorang pemain. Satu-satunya yang berubah adalah seragamnya. Perasaannya tetap sama, unik, terus berlanjut,” ucap Lautaro dikutip laman Football Italia.

“Ini berkat pekerjaan yang dilakukan sepanjang tahun. Skuad adalah yang terpenting, itu yang paling penting. Kami berada di langkah terakhir, kami harus siap untuk pertandingan ini.”

“Kami tahu Manchester City adalah rival yang sangat berat untuk dihadapi, karena kualitas yang mereka miliki. Tapi kami siap, kami telah melakukan tugas kami, dan kami siap semampu kami.”

Lautaro menambahkan, menjadi juara Liga Champions merupakan impian bagi pemain Inter saat ini setelah terakhir kali klub merasakannya pada musim 2009/10. Menurut Lautaro, penggawa Inter tidak akan kehilangan jati diri mereka di partai bergengsi nanti.

“Saya tidak tahu apakah harus menyebutnya sebagai obsesi atau bukan. Tetapi kami mempunyai begitu banyak harapan, begitu banyak keinginan untuk membawa piala kembali ke Milan, ke Italia,” tutur Lautaro.

“Tentunya ada mimpi yang sangat besar, sangat sulit dicapai, karena kami telah berjuang keras untuk sampai ke sini. Tentu saja kepribadian tidak bisa hilang begitu saja, itu hal pertama. Hati harus selalu ada, keinginan untuk menang, dan mengangkat piala juga.”

“Kami ingin membawa kembali trofi yang sudah lama hilang dari Milan. Sekarang kami memiliki kesempatan bermain untuk trofi yang sudah lama hilang. Saya meminta rekan satu tim saya untuk bermain maksimal dengan kepala tegak.”

Iklan
0