Lautaro Martinez Luis Suarez Inter Barcelona 2019-20 GFXGetty/Goal

Kedatangan Lautaro Martinez Adalah Awal Dari Akhir Karier Luis Suarez Di Barcelona

Setelah diprediksi akan melewatkan sisa musim 2019/20 lantaran cedera lutut parah, Luis Suarez nyatanya kini siap “comeback” dan berperan vital untuk Barcelona dalam perburuan meraih gelar LaLiga dan Liga Champions.

Penagguhan kompetisi imbas virus corona menjadi berkah terselubung bagi Suarez yang membutuhkan waktu lama untuk pulih setelah menjalani operasi pada Januari lalu.

Akhir pekan ini, Suarez dinyatakan fit oleh staf medis Barca. Namun, ia masih dihadapkan perlombaan melawan waktu untuk membuktikan kesiapannya menjelang pertandingan pertama Blaugarana dalam “restart” kompetisi.

Barcelona akan bertandang ke markas Mallorca pada Sabtu (13/6) waktu setempat. Suarez berpotensi kembali berduet dengan Lionel Messi. Tentu, nama pertama ingin menambah jumlah 11 gol yang “baru” dicetaknya di LaLiga musim ini.

"Saya baik-baik saja, beradaptasi kembali dalam sesi latihan dengan rekan setim, selangkah demi selangkah,” ucap Suarez di situs resmi Barca pada pekan ini.

"Jelas, kembali dari cedera itu sulit karena Anda akan sedikit was-was. Tapi, saya sudah bisa menikmati sesi latihan bersama rekan-rekan,” tambahnya.

Namun, pekan-pekan pada sisa musim ini mungkin saja bisa terasa pedih bagi sang pemilik nomor sembilan, dengan pelatih baru, Quique Setien.

Kedatangan Lautaro Martinez yang hampir tidak terhindarkan bisa menjadi ancaman serius bagi posisi Suarez sebagai penyerang utama di Barca. Masa depannya di klub pun menjadi tidak pasti.

Di sisi lain, Suarez sangat antusias saat ditanya terkait kemungkinan Barca mendatangkan striker Inter Milan berusia 22 tahun itu.

“Dia [Lautaro] punya semua bakat yang diperlukan untuk bermain di Barca,” ucap Suarez kepada media Spanyol, RAC1, Februari lalu.

“Saya sudah mengatakannya dalam dua tahun terakhir, akan lebih baik bagi klub untuk memboyong penyerang muda. Artinya, dia bisa mulai beradaptasi dan belajar ketika saya pergi,” tutur pemain asal Uruguay itu.

“Mendatangkan pemain baru sangat bagus karena akan membuat Anda lebih kompetitif,” tambahnya.

April lalu, Suarez kembali melontarkan pujiannya kepada Lautaro. Kali ini kepada media Spanyol lainnya, Mundo Deportivo.

“Lautaro adalah pemain nomor sembilan yang punya pergerakan spektakuler dan itu mencerminkan betapa hebatnya dia,” ujar Suarez.

Lautaro Martinez Luis Suarez GFXGoal

Sah-sah saja Suarez memuji langkah transfer Barca tersebut, meskipun yang akan terjadi adalah Lautaro akan menjadi penggantinya.

Suarez sudah berusia 33 tahun, dan dengan masalah lutut dan pinggang yang membuatnya tidak lama aktif, kilau karier sang pemain di kalangan elite bakal berakhir.

“Karena usianya, kita mungkin akan melihat akhir dari Luis Suarez di Barca," ucap legenda klub yang juga bernama depan sama, Luis Suarez Miramontes, kepada Marca.

“Dia sudah mulai mengalami cedera akhir-akhir ini dan Barca tidak ingin menunggu lama,” tutur gelandang Barca pada 1960-an itu.

“Jika dia bisa bermain, hebat, itu karena dia selalu tampil fenomenal. Jika tidak, Anda harus mencari penggantinya,” tambahnya.

Tentu, Lautaro dianggap layak sebagai pengganti Suarez. Semua kotak syarat Barca dalam pencarian pemain nomor sembilan baru tercentang dalam diri Lautaro.

Lautaro masih muda, kuat, dinamis, cakap dengan bola di kaki dan di udara, serta yang mungkin paling penting dari semua adalah, ia sudah mengenal Messi, rekan setimnya di timnas Argentina selama setahun terakhir.

Mudah diprediksi Lautaro dan Leo bakal menjadi duet andalan di lini depan Barca per musim 2020/21. Era baru bagi klub Catalunya tersebut.

Itu pun masih jika, ya, jika Barca punya duit cukup untuk memebus klausul pelepasan Lautaro yang dibanderol Inter.

Semua itu bukan untuk mengatakan bahwa waktu Suarez di Camp Nou akan berakhir dengan instan.

Seperti yang ditunjukkan oleh Suarez, beradaptasi dengan kehidupan di salah satu klub sepakbola terbesar di dunia dan dengan tuntutan besar bukanlah tugas mudah.

Mengandalkan bakat dan pengalaman Suarez dari bangku cadangan bisa menjadi strategi bijak bagi Barca, apalagi jika Lautaro kesulitan beradaptasi di awal.

Suarez bisa mengambil peran yang mirip dengan yang sukses dilakukan Arturo Vidal pada musim ini, yakni sebagai super-sub alias pemain pengganti yang memberikan dampak signifikan dalam pertandingan saat tertinggal, misalnya.

Tentu, krisis pemain depan yang menyulitkan Barca mereka pada akhir Januari lalu akan membuat mereka berpikir dua kali sebelum mengurangi jumlah penyerang, bahkan jika Lautaro tiba musim panas ini.

Pada 2021 atau akhir musim depan, pihak klub harus membuat keputusan besar. Kontrak Suarez akan berakhir pada Juni mendatang, meski dalam klausul kontraknya yang memungkinkan perpanjangan otomatis dalam jumlah pertandingan tertentu.

Jika dia memutuskan untuk pindah setelah tujuh tahun di Camp Nou saat kontraknya habis tahun depan—yang sarat dengan gol, piala, dan pencapaian individu—bahkan pada usia 34 dia tidak akan kesulitan menemukan tantangan baru.

Kembali ke Amerika Selatan salah satunya. Tercatat, Boca Juniors dihubungkan dengan Suarez. Kehadiran mantan playmaker Barca, Juan Roman Riquelme, di ruang direksi meningkatkan peluang klub asal Argentina tersebut untuk menampung mantan bomber Liverpool itu.

Pada titik ini, langkah itu menjadi yang paling realistis bagi Barca, ketimbang menguangkannya pada masa krisis ini.

Klub kota kelahiran Suarez, Nacional, yang ia tinggalkan pada usia 19 tahun hanya untuk membela Groningen, juga akan menyambut kepulangan putra mereka dengan tangan terbuka. Sementara jika ia masih mengincar gaji terakhir, MLS bisa menjadi opsi.

Keputusan tersebut masih dinamis saat ini. Sekarang, Suarez tetap striker utama Barca. Bersama Messi, keduanya akan kembali fokus untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya.

Biar bagaimanapun, tetap saja proyek transfer Lautaro menandai awal dari akhir karier Suarez di Barcelona. Kini, ia sudah harus mulai berpikir tentang kiprahnya pasca-bertahun-tahun menjadi bintang nomor dua Blaugrana.

Iklan
0