Namanya adalah Larson Koulibaly, remaja Pantai Gading berusia 17 terkini yang didatangkan oleh Lazio untuk membela pasukan U-18 pimpinan Tommaso Rocchi.
Dia bukanlah remaja dengan bakat hebat yang berhasil dengan cepat bergabung ke tim raksasa Eropa seperti kebanyakan kisah yang digandrungi para penikmat olahraga bola sepak ini.
Koulibaly hanyalah pemuda dari Pantai Gading yang dalam satu setengah tahun terakhir ini telah disambut hangat oleh para pemerhati sepakbola level junior di ibu kota Italia.
Meski demikian, Koulibaly bukan tanpa catatan istimewa karena kemampuannya dalam bermain bola langsung dideteksi tidak lama setelah dia mendaratkan kaki di Roma.
Setidaknya itulah yang dikisahkan oleh kepala tim muda Lazio Mauro Bianchessi melalui laman resmi klub.
"Dia bukan anak yang beruntung. Dia datang ke Roma sendirian dan sebelumnya tidak pernah bermain bola," terangnya.
"Seorang teman, dia pekerja sosial, meminta saya untuk melihat remaja ini. Saya sering mendapat laporan tentangnya dan berhasil memboyongnya ke Formello. Sungguh sebuah kejutan karena dia punya nilai dan skill hebat."
"Setelah delapan bulan bekerja keras mengurus segala dokumen dengan UEFA, pada 18 Desember lalu kami berhasil mendapatkannya."
"Sekarang dia adalah pemain Lazio, ketika kami kembali bermain pada Februari nanti, dia akan memberikan bukti kemampuan," tandasnya.




