Joan Laporta menyatakan, Inter Milan pernah berusaha mendatangkan Lionel Messi seharga €250 juta (£225 juta/$300 juta) pada 2006, namun dia akhirnya bisa meyakinkan sang striker untuk bertahan di Barcelona demi "membuat sejarah."
Setelah masuk skuad senior Azulgrana pada 2004, Messi menikmati karier gemilangnya sebagai bintang di Camp Nou.
Messi menjalani debutnya pada usia 17 tahun, dan ia membuka rekening golnya untuk klub dengan tendangan chip yang indah setelah mendapat umpan dari Ronaldinho. Itu terjadi di pertandingan lawan Albacete jelang akhir musim pertamanya di bawah asuhan Frank Rijkaard.
Messi segera menjadi pemain reguler di dalam starting XI Barca sehingga ia mengundang minat dari klub-klub besar Eropa di Eropa, termasuk Nerazzurri.
Laporta, yang menjabat sebagai presiden Barcelona antara 2003 dan 2010, mengatakan bahwa Inter mengajukan tawaran rekor dunia untuk Messi ketika sang striker masih remaja, namun ia tidak pernah mempertimbangkan untuk menjual pemain yang telah menunjukkan potensi yang luar biasa.
"Ia selalu mendapat tawaran: pada 2006, [Massimo] Moratti memberi saya 250 juta dan saya katakan tidak, di sana saya melihat harga diri Messi dan keluarganya untuk Barcelona," ujar Laporta dalam sebuah konferensi pers pengumuman dirinya dalam pencalonan presiden Barcelona pada pemilihan yang akan berlangsung pada Januari.
"Ayahnya bertanya apa yang saya akan lakukan sebagai seorang ayah dan saya katakan kepadanya, bahwa yang terbaik adalah tetap bertahan. Saya katakan kepadanya bahwa kami akan membuat tim yang membantu dia mencapai kesuksesan terbesar, yang akan menuju kejayaan dan membuat sejarah. Saya melihat cinta dia untuk klub, kota, dan negara."
Messi telah mencetak total 641 gol dari 743 penampilan untuk Barca, dengan memenangkan sepuluh gelar La Liga Spanyol, empat Liga Champions, dan enam Ballon d'Or.
Messi pernah meminta untuk hengkang pada musim panas lalu, namun pemain asal Argentina itu akhirnya tetap bertahan di klub hingga akhir musim 2020/21. Saga transfer itu berujung pada pengunduran diri Josep Maria Bartomeu.
Laporta mengatakan, tujuan utamanya adalah untuk mengangkat suasana suram di klub jika dia terpilih untuk menggantikan Bartomeu. Ia mengaku sudah memiliki rencana yang solid untuk mengembalikan suasana harmonis di dalam dan luar lapangan.
"Saya mencalonkan diri dalam pemilihan karena saya mencintai klub ini. Kami memiliki persiapan, pengalaman, dan determinasi yang diperlukan untuk perubahan yang dibutuhkan klub. Kami memiliki rencana. Rencananya adalah bekerja," ujar Laporta lagi.
"Saya ingin mempersatukan semua fans Barca. Ini bukan waktunya untuk mencela atau melihat ke belakang. Di Barca yang kami usulkan, semua orang cocok. Rencana kami adalah mengembalikan kebahagiaan kepada orang-orang ini. Ini bukan janji pemilu yang sederhana. Ini adalah komitmen etis, sipil, moral, sosial, dan kesatuan."




