Inter Milan sukses meraup poin sempurna setelah melibas tuan rumah Udinese 2-0 dalam lanjutan Serie A Italia di Dacia Arena, Senin (3/1) dini hari WIB.
Romelu Lukaku menjadi protagonis kemenangan Nerazzurri di laga ini, berkat sepasang golnya yang ia ciptakan di babak kedua.
Inter, yang tak diperkuat Lautaro Martinez, membuka pertandingan dengan agresif. Mereka langsung mengancam Udinese saat laga baru berjalan dua menit. Sebastiano Esposito melepaskan tembakan spekulatif dari luar area penalti, namun upayanya berhasil diredam Juan Musso.
Lima menit berselang Nerazzurri kembali meneror sang tuan rumah. Kali ini melalui aksi Christian Eriksen, yang setelah menerima operan dari Matias Vecino langsung menyepak bola ke arah gawang, tetapi upaya eks Tottenham itu dapat ditangkap oleh Musso.
Udinese baru bisa mengancam Inter saat laga memasuki menit ke-16. Setelah mendapat umpan dari Rodrigo De Paul, Fofana mengirim tembakan dari sudut sempit, namun bola hanya menyamping di sisi gawang.
Pada menit ke-20, serbuan cepat Inter nyaris memecah kebuntuan mereka. Victor Moses menyisir sayap kanan dan berhasil menyuplai umpan ke area penalti, tetapi sambaran Vecino masih melebar.
Memasuki setengah jam pertama, aksi Fofana hampir membuat publik Dacia Arena bersorak. Striker Udinese itu mengais peluang dari luar kotak penalti, namun tembakan kencangnya masih bisa dihalau Daniele Padelli, yang malam ini menggantikan Samir Handanovic.
Enam menit berselang, sepak pojok yang dieksekusi Eriksen menghasikan peluang bagus bagi Inter, namun Esposito gagal memanfaatkannya setelah sepakan volinya melambung terlalu tinggi.
Hingga turun minum kedua kesebelasan gagal memecah kebuntuan. Skor imbang tanpa gol menutup laga babak pertama.
Memasuki interval kedua, Inter tak membuang waktu dengan langsung menggempur Udinese. Pada menit ke-48, aksi Ashley Young memaksa Musso melakukan penyelamatan. Sang kiper beruntung, sepakan lanjutan yang dilepaskan Esposito masih mengarah ke dekapannya.
Udinese mengklaim hadiah penalti saat laga memasuki menit ke-56. Itu setelah Stefano Okaka diganggu oleh Milan Skriniar ketika sang striker sedang menerobos di area terlarang, namun wasit bergeming.
Alexis Sanchez, yang masuk menggantikan Esposito, nyaris memberikan Inter keunggulan pada menit ke-63, namun sepakan winger Chile itu masih sanggup diselamatkan Musso.
Semenit kemudian Inter akhirnya berhasil memecah kebuntuan. Nicolo Barella menyuplai umpan terobosan akurat ke arah Romelu Lukaku, yang langsung mengirim tembakan melengkung ke gawang Udinese.
Selepas unggul satu gol, pasukan Antonio Conte semakin gencar menekan Udinese. Sebuah serangan mereka pada menit ke-70 menghasilkan hadiah penalti, setelah Sanchez dijatuhkan oleh Musso di dalam area terlarang. Lukaku, yang menjadi eksekutor, berhasil mengecoh sang kiper dengan menempatkan bola ke pojok kiri gawang.
Udinese memilki kans bagus untuk memperkecil skor, lima menit menjelang berakhirnya laga. Kevin Lasagna berhasil mencuri bola dari penguasaan Skriniar, sebelum melepaskan tembakan yang masih melebar.
Pada masa injury time, yang berlangsung selama tiga menit, Udinese terus menekan Inter, namun serangan mereka kerap gagal menembus pertahanan La Beneamata.
Hingga laga usai skor 2-0 tetap bertahan untuk keunggulan Inter, yang kembali menipiskan jarak dengan sang pemuncak klasemen, Juventus, menjadi tiga poin.
UDINESE XI (3-5-2): Juan Musso; Rodrigo Becao, Sebastien De Maio, Bram Nuytinck; Jens Stryger Larsen, Rodrigo de Paul, Rolando Mandragora, Seko Fofana, Ken Sema; Kevin Lasagna (c), Stefano Okaka.
INTER XI (3-5-2): Daniele Padelli; Milan Skriniar (c), Stefan de Vrij, Alessandro Bastoni; Victor Moses, Matias Vecino, Nicolo Barella, Christian Eriksen, Ashley Young; Romelu Lukaku, Sebastiano Esposito.




