LIPUTAN BAYU SURYA DARI TENGGARONG
Pelatih PS TNI Ivan Kolev menuding padamnya lampu Stadion Aji Imbut memberikan pengaruh terhadap performa pemain, sehingga mereka menelan kekalahan 5-3 dari Mitra Kukar, Jumat (2/6) malam WIB.
PS TNI sempat unggul lebih dulu melalui Elio Martins pada menit ke-20. Namun selang tiga menit kemudian, lampu stadion padam. Bahkan padamnya lampu berlangsung dua kali di babak pertama ini. Selepas itu, gawang PS TNI digelontor empat gol.
SIMAK JUGA: Mitra Kukar Bungkam PS TNI
Kolev menilai padamnya penerangan hingga dua kali sangat mengganggu konsentrasi anak asuhnya, dan membuat penggawa Mitra Kukar mempunyai momentum untuk bangkit mengejar ketertinggalan. Bahkan Kolev menilai laga itu sudah sepantasnya tidak dilanjutkan.
“Ini gila! Baru pertama kali saya mengalami hal seperti ini. Seharusnya laga tadi ditunda. Semua hal terjelek yang terjadi, ya terjadi malam ini,” cetus arsitek asal Bulgaria itu.
“Sebelum mati lampu itu [kami] cukup bagus, Mitra Kukar tidak ada peluang, tidak ada kesempatan shot on goal. Tapi setelah dua kali mati lampu motivasi tim kami menurun, konsentrasi mereka juga, dan semuanya berbalik.”
SIMAK JUGA: Abduh Tak Canggung Merumput Lagi
Pernyataan serupa disampaikan Gustur Cahyo Putro. Penyerang PS TNI mengatakan, pasukan The Army kehilangan konsentrasi ketika lampu stadion padam untuk kali kedua. Gustur juga menyentil kinerja wasit khususnya asisten wasit yang menurutnya tidak maksimal.
“Kami tidak mencari kambing hitam dalam pertandingan tadi, mungkin mati lampu yang pertama bisa kami antisipasi, motivasi kami masih tinggi. Tapi mati lampu yang kedua kami tidak konsentrasi di lapangan, kami cendrung berpikir yang tidak-tidak,” pungkasnya. (gk-63)
