Frank Lampard telah mengambil langkah salah dengan membiarkan Tariq Lamptey meninggalkan Chelsea untuk bergabung ke Brighton, demikian menurut Alan Hudson.
Lamptey merupakan jebolan tim akademi di Stamford Bridge namun dia hanya mendapat satu kesempatan bermain secara kompetitif untuk kemudian mengambil sikap mencari peruntungan di tempat lain.
Brighton dengan bahagia mendapatkan bakat berusia 20 tersebut dan mereka memberinya kesempatan untuk gemilang di Liga Primer Inggris.
Dan memang demikian yang diperlihatkan Lamptey yang berkontribusi besar terhadap Brighton melalui kecepatan dan kepintarannya menempatkan diri di atas lapangan.
Hudson meyakini, kualitas seperti itu seharusnya ada di London barat dan Chelsea disebutnya telah mengambil keputusan yang bakal mereka sesali.
"Saya melihat pemain muda ini, Lamptey, dia dijual ke Brighton dan berhasil membuat saya terkesan," papar Hudson di Caughtoffside.
"Jika saya, tentu saja saya akan mempertahankannya untuk masa depan."
"Penampilan Lamptey untuk Brighton sejak lockdown luar biasa. Dia cepat dari bertahan ke menyerang, dan itu kekurangan Chelsea, kecepatan mereka kurang."
"Saya pikir kali ini keputusan Frank Lampard keliru."
Lamptey sendiri diketahui meminta meninggalkan Chelsea karena persaingan menuju tim utama di Stamford Bridge begitu ketat.
The Blues tidak henti berinvestasi besar-besaran untuk mendatangkan muka baru, salah satunya dengan menggaet Ben Chilwell dari Leicester seharga £50 juta.
Pemain tim nasional Inggris tersebut menginjakkan kaki di Stamford Bridge tidak dalam kondisi bugar sepenuhnya sehingga sulit melebur secara langsung dengan skuad utama.
Akan tetapi belakangan dia bisa memperkuat tim dan mencetak gol pada laga debutnya saat the Blues menyapu Crystal Palace 4-0.
Hudson meyakini Chilwell bisa menjadi aset berharga bagi Chelsea namun penampilannya lawan the Eagles dianggap kurang meyakinan karena belum terlalu teruji.
"Dia bisa memposisikan diri dengan baik pada tim, tetapi lawan yang dihadapinya juga tidak bagus," lanjut Hudson.
"Itu seperti mengatakan seorang bek tengah tampak tangguh padahal lawan tidak menurunkan penyerang."
"Kita baru bisa melakukan penilaian setelah dia menghadapi lawan yang lebih keras."




