Manajer Chelsea Frank Lampard mengungkapkan keyakinannya bahwa menjadi pelatih jauh lebih sulit daripada sebagai pemain.
Lampard menikmati karier yang sukses selama 13 tahun bermain untuk The Blues, dengan menjadi topskor klub sepanjang masa, meski ia adalah seorang gelandang.
Lampard, yang bergabung ke Stamford Bridge dari West Ham United pada 2001, membantu klub meraih total 13 trofi, termasuk tiga Liga Primer Inggris, empat Piala FA, dan satu Liga Champions.
Mantan pemain tim nasional Inggris itu meninggalkan Chelsea pada 2014, kemudian sempat bermain di Manchester City dan New York City sebelum gantung sepatu pada Februari 2017.
Lampard merasakan pengalaman kepelatihan yang pertama di Derby County setahun kemudian, dan ia membawa The Rams finis di peringkat keenam di Championship di musim pertamanya di Pride Park, namun mereka akhirnya gagal promosi setelah kalah di play-off final lawan Aston Villa di Wembley.
Pelatih berusia 42 tahun itu kembali ke Chelsea pada musim panas tahun lalu, dengan ditunjuk sebagai pelatih dengan kontrak tiga tahun menyusul hengkangnya Maurizio Sarri.
Chelsea finis di peringkat keempat di Liga Primer Inggris musim 2019/20 di bawah kepelatihan Lampard, yang mendapat pujian karena mempromosikan sejumlah bintang akademi akibat sanksi transfer yang dikenakan FIFA.
Setelah sanksi transfer dicabut pada awal tahun ini, Lampard bisa melakukan investasi besar-besaran, dengan merekrut Hakim Ziyech, Kai Havertz, Timo Werner, dan Thiago Silva.
Lampard diyakini sedang menikmati awal karier kepelatihannya, namun ia justru mengaku tidak tahu betapa intensnya menjadi pelatih setelah hidup nyaman sebagai pemain.
"Kehidupan seorang pemain adalah gelembung keegoisan sampai taraf tertentu," ujar Lampard kepada BBC Sport.
"Fakta dan realitas yang saya sadari sekarang ini jauh lebih sulit daripada bermain dalam hal konsumsinya."
"Kehidupan seorang manajer adalah 25 orang dalam skuad, staf dalam pembentukannya, masalah-masalah dengan departemen-departemen yang berbeda. Ini sangat jauh dari sepakbola."
"Ketika Anda bekerja untuk lencana kepelatihan, Anda harus meluangkan waktu. Kemudian ketika ANda mulai melakukannya, Anda harus berlatih, Anda harus gagal, dan memiliki hubungan yang dengan orang-orang yang tidak pernah Anda miliki sebagai pemain."
"Para pemain dapat dengan mudah duduk di sana dan mengatakan mereka ingin menjadi seorang manajer, kemudian mereka mulai jalan dan berkata: "Sebenarnya saya ingin menjadi seorang pundit.' Saya menghormati itu karena menjadi pundit juga sulit, tapi dalam hal manajer, saya ingin menguji kualitas."
"Seorang manajer mendapat 50 masalah sehari. Ini jauh lebih melelahkan, tapi saya menyukainya dan tidak bisa hidup tanpanya."


