Pep Guardiola mengatakan semua manajer hidup dalam ketakutan karena tahu bakal dipecat apabila tidak menuai hasil setelah mendengar kabar pemecatan Frank Lampard oleh Chelsea.
Mantan gelandang Chelsea dan Manchester City itu bertugas di Stamford Bridge selama lebih dari 18 bulan, namun dipecat setelah klubnya mengalami lima kekalahan dalam delapan pertandingan terakhir, dan kabarnya akan digantikan oleh eks pelatih Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel.
Guardiola, yang juga pernah menukangi Barcelona dan Bayern Munich, belum pernah mengalami pemecatan selama 12 tahun karier manajerialnya, namun bukan berarti dirinya tidak berjaga-jaga.
"Manajer tua dan muda - di sini Anda harus menang," kata Guardiola. "Orang-orang berbicara tentang proyek dan ide tapi itu tidaklah ada. Anda harus menang, jika tidak, Anda akan dipecat."
"Saya menghormati keputusan Chelsea, tentu saja, namun pelukan erat untuk Frank dan mudah-mudahan saya bisa menemuinya sesegera mungkin. Ketika lockdown selesai, saya bisa pergi ke restoran untuk menemuinya kembali."
"Ia diberi tugas di Chelsea setelah pekerjaan yang bagus di Derby County, para manajer sepertinya pantas mendapatkan itu. Tapi kami sebagai manajer bergantung pada hasil, bukan cara kami bermain, bukan tentang filosofi atau hal-hal semacamnya atau proyek."
"Anda harus mendapatkan ahsil. Jika tidak, Anda akan digantikan oleh manajer lain."
City berpeluang naik ke puncak klasemen Liga Primer Inggris musim 2020/21 ini pada Rabu (27/1) dini hari WIB, jika mereka bisa mengalahkan West Bromwich Albion yang terancam degradasi.




