Lampard Klopp Chelsea Liverpool 2020Getty

Manajer Chelsea Frank Lampard Klarifikasi Tuduhan 'Liverpool Arogan'

Frank Lampard memberikan klarifikasi tentang sebutan arogan yang disematkannya pada Liverpool, yang sebenarnya lebih ditujukan kepada seorang staf klub mereka, bukannya Jurgen Klopp.

Komentar tersebut dilontarkan sang manajer Chelsea menyusul kekalahan anak buahnya 5-3 dari The Reds di Anfield, Kamis (23/7) dini hari WIB.

Lampard terlihat adu mulut dengan asisten Klopp, Pep Lijnders, setelah wasit memberikan tendangan bebas kontroversial yang sukses dieksekusi Trent Alexander-Arnold untuk mencetak gol kedua Liverpool. Lijnders lantas merayakan gol tersebut dengan sangat ekspresif.

Jelang laga pamungkas Liga Primer Inggris musim 2019/20 ini dengan menghadapi Wolverhampton Wanderers, Minggu (26/7) besok, yang krusial untuk nasib mereka lolos ke Liga Champions musim depan, Lampard menjelaskan maksud lebih lanjut dari ucapannya tersebut.

"Ketika Anda berperan di klub atau entah Anda berbicara tentang bagaimana seharusnya berada di bangku cadangan, ungkapan perasaan saya berkaitan dengan bangku cadangan Liverpool, atau khususnya seseorang, yang benar-benar kelewat batas jadi terkesan sombong bagi saya," jelasnya.

"Saya belum berbicara dengan Liverpool. Saya menjabat tangan Jurgen Klopp selepas pertandingan dan mengatakan 'bagus' dan saya akan dengan mudah duduk bersamanya dan meminum bir serta memberinya ucapan selamat atas pekerjaan luar biasa yang telah dilakukannya."

"Saya tahu betapa sulitnya menjuarai Liga Primer, saya tahu berapa besar pekerjaan yang harus dilakukan untuk itu. Ia sudah berada di sini selama empat atau lima tahun dan petualangan serta pekerjaannya luar biasa. Ia pantas mendapatkan segalanya. Perselisihan itu tidak ada hubungannya dengannya. Apa yang terjadi cukup lumrah."

"Dengan kamera dan mikrofon, itu terlihat helas dan saya menyesal atas kata-kata kasar yang saya ucapkan. Saya tidak bisa menahan perasaan saya waktu itu. Bukan pelanggaran [yang berujung pada gol tendangan bebas Trent Alexander Arnold] yang saya lihat, tapi meski begitu saya tidak boleh berkata-kata kasar, namun saya memiliki masalah dengan beberapa staf dan itu bertentangan dengan kode etik bangku cadangan."

Lebih lanjut, mengenai kode etik, Lampard memberi penjabaran: "Apa itu? Saya pikir ketika Anda berbicara dengan para manajer, dan ada banyak keputusan yang diambil dan Anda bisa mendengarnya lebih jelas sekarang tanpa ada suara suporter."

"Banyak manajer akan mempertanyakan keputusan wasit dan itu mungkin benar atau keliru, dan lalu Anda berbicara satu sama lain, namun ketika orang-orang yang ada di bangku cadangan melompat dan ingin berbicara melewati batas kepada saya, kemudian tersenyum sinis dan terus melakukan itu untuk beberapa saat, saya pikir itulah yang melanggar batasan."

Iklan
0