Frank Lampard Bukan Jurgen Klopp, Nasib Sang Bos Chelsea Sudah Tak Terselamatkan

Frank Lampard Jurgen Klopp Chelsea Leicester GFX
Getty/Goal
Kekalahan mengecewakan dari Leicester City berpotensi melengserkan kiprah sang ikon Chelsea dari kursi manajer.

Frank Lampard selama ini mampu menjelaskan mengapa performa Chelsea menurun drastis, tapi dia sendiri tak mampu mengaplikasikannya di atas lapangan untuk mengubah keadaan.

Dia selamanya akan dikenang sebagai ikon The Blues, tapi tim yang ditanganinya belum menunjukkan peningkatan berarti. Lampard masih belum punya posisi tawar yang kuat untuk meyakinkan Roman Abramovich bahwa dialah orang yang tepat untuk mengembalikan kesuksesan ke Stamford Bridge.

Padahal, Lampard sudah diberi banyak kemudahan. Sang manajer punya akses penuh ke salah satu akademi terbaik duna dan diizinkan untuk menghabiskan £220 juta di bursa transfer untuk memboyong pemain seperti Timo Werner, Kai Havertz, dan Hakim Ziyech.

Bagi Lampard, fulus raksasa itu adalah ganjaran atas kesuksesannya membawa Chelsea lolos ke Liga Champions musim ini meski terkena embargo transfer di musim 2019/20. Namun, saat ini dia berada dalam tekanan tinggi.

Sudah 18 bulan Lampard bertugas, tapi retorikanya saat jumpa pers belakangan ini berubah drastis. Dia memohon kesabaran dan meminta fans untuk tidak terlalu berekspektasi tinggi. Namun, semakin sering Lampard "ngeles", semakin jauh pula Chelsea dari jalur juara.

Retorika semacam itu tidak akan pernah sukses bagi tim sekaliber Chelsea. Hanya sedikit manajer yang mendapat kesempatan lebih dari dua tahun untuk bisa sukses.

Frank Lampard Chelsea 2021

Jurgen Klopp, misalnya, mendapat banyak kesempatan di Liverpool. Kini, kisahnya menjadi cetak biru untuk membangunkan sebuah klub super yang tertidur.

Di tiga tahun pertama, Klopp hanya sanggup membawa Liverpool finis kedelapan, keempat, dan keempat lagi. Barulah di musim keempat, dia mampu membangun tim juara.

Namun, Klopp punya CV bagus untuk meyakinkan petinggi Liverpool. Perjalanannya memang panjang dan mereka harus kalah di sejumlah final, tapi selalu ada kepastian bahwa Liverpool bergerak di jalur yang benar. Selain itu, setiap orang di klub juga yakin sepenuhnya dengan sang manajer.

Chelsea sendiri percaya pada kekuatan struktur di belakang layar. The Blues tahu bahwa mereka punya akademi yang berkualitas dan tim rekrutmen mereka juga jempolan.

Namun kini ada keraguan terhadap Lampard. Chelsea sebetulnya ingin bersabar pada sang manajer, tapi sikap itu bisa berubah setelah melihat penampilan tim saat kalah 2-0 dari Leicester City, Selasa (19/1).

Frank Lampard Chelsea 2021

Kalah dari Leicester memang tidak memalukan, mengingat sang lawan kini berada di puncak klasemen. Namun, yang menjadi masalah adalah sikap bermain tim saat menghadapi tim-tim papan atas.

Di musim ini, Chelsea belum pernah menang atas tim-tim top six. Mereka hanya bisa bermain 0-0 dengan Manchester United dan Tottenham, lalu kalah kontra Everton, Leicester, Liverpool, dan Manchester City. Yang lebih buruk, tim-tim tersebut seperti mempermainkan Chelsea.

Menilik statistik juga tidak memberikan kabar baik. Di era Abaramovich, kecuali di musim 2015/16, baru di musim ini Chelsea memiliki poin terendah setelah melewati paruh pertama musim EPL.

Selain itu, Lampard juga memiliki rekor defensif tandang yang jeblok. Chelsea era Lampard hanya sanggup mencatatkan clean sheet sebanyak 17 persen dari laga tandang, catatan terburuk ketimbang manajer Chelsea mana pun sejak 1992.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Satu-satunya hal positif di tengah kekacauan ini adalah The Blues hanya berjarak sembilan poin dari puncak klasemen. Namun, Chelsea berpotensi terus menjauh dari tim-tim lain karena mengumpulkan satu laga lebih banyak.

Chelsea tentu saja bisa bangkit, tapi mungkin akan lebih mudah melakukannya bersama manajer baru. Thomas Tuchel, Julian Nagelsmann, Ralph Hassenhuttl, Masimilliano Allegri atau bahkan Brendan Rodgers masuk sebagai kandidat. Beberapa nama bahkan dikabarkan sudah mengincar kursi panas di Stamford Bridge.

Lampard pada akhirnya akan selalu dikenang sebagai legenda Chelsea, tapi mungkin sudah waktunya bagi dia untuk tidak lagi menjadi manajer The Blues.

Tutup