Penyerang Persija Jakarta Marko Simic, menegaskan kesiapannya untuk mengarungi Liga 1 2021/22. Meski ia mengaku masih menemukan kendala pada dirinya.
Simic membawa Persija meraih hasil positif pada uji coba kontra klub Liga 2 Dewa United, beberapa hari lalu. Satu gol yang diukir penyerang berpaspor Kroasia tersebut membawa Macan Kemayoran meraih kemenangan.
Bukan itu saja, Simic juga menunjukkan insting yang mantap dalam membobol gawang lawan. Ia mencetak dua gol ketika Persija, melangsungkan gim internal beberapa hari sebelumnya.
“Saya merasa belum sampai pada kondisi terbaik, tapi sekarang sudah lebih nyaman memegang bola,” kata Simic, dikutip laman resmi klub.
Pelaksanaan Liga 1 2021/22 bakal dimulai 27 Agustus mendatang. Simic pun yakin mencapai kondisi puncaknya meski waktu yang tersisa kurang dari satu pekan.
“Seorang profesional harus menjalani real game untuk mencapai fitness level terbaiknya. [Lionel] Messi yang notabene pemain terbaik dunia bahkan mengatakan butuh waktu untuk siap bermain bagi PSG,” ujarnya.
“Jadi, yang saya butuhkan sekarang hanya terus berlatih keras serta percaya bahwa teman-teman dan tim terus memberikan dukungan,” ia menambahkan.
Media PersijaSelain itu, Simic merasa sangat rindu dengan pendukung Persija, The Jakmania. Sudah lebih dari satu tahun ia tidak bisa merasakan langsung sorakan mereka di stadion.
“Dukungan mereka sangat penting selama ini. Buat saya pribadi, kehadiran Jakmania dan pendukung lain di stadion memberikan semangat lebih,” ucapnya.
Kendati demikian, Simic meminta The Jakmania, bersabar untuk tidak nekat datang ke stadion. PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), memutuskan seluruh pertandingan Liga 1 2021/22, digelar tanpa penonton.
Keputusan tersebut diambil untuk mencegah penyebaran virus corona yang hingga sekarang belum berhenti. Sama seperti Piala Menpora 2021, Simic menginginkan The Jakmania mengasih dukungan lewat dengan menonton Persija dari rumah masing-masing.
“Semoga hal itu tetap bisa membuat mereka senang. Kita harus menghargai PPKM yang saat ini ditetapkan pemerintah,” tutur pesepakbola berusia 33 tahun tersebut.




