Selebrasi Singapura - Ikhsan Fandi Goal

Lahir Di Surabaya, Striker Singapura Nilai Duel Lawan Timnas Indonesia Spesial

Ujung tombak Singapura Amy Recha menilai pertandingan melawan Indonesia di semi-final Piala AFF 2020 sebagai laga spesial. Singapura kembali akan menghadapi Indonesia pada pertandingan leg kedua di Stadion National, Sabtu (25/12) malam WIB.

Duel ini menjadi spesial bagi Amy, mengingat 29 tahun lalu ia dilahirkan di Surabaya. Hal itu disebabkan sang ibu berasal dari Kota Pahlawan. Amy juga sempat menetap di Batam.

Amy sudah merasakan atmosfer melawan Indonesia ketika bermain imbang 1-1 pada leg pertama. Saat itu, Amy masuk menggantikan Ikhsan Fandi di menit ke-70 setelah striker andalan Singapura tersebut menyamakan kedudukan. Walau tidak mencetak gol, pergerakan Amy membuat barisan belakang Indonesia harus bekerja keras.

“Ibu saya berasal dari Surabaya, dan saya lahir di sana, dan dibesarkan selama beberapa tahun di Batam, sebelum akhirnya pindah ke Singapura ketika sudah remaja,” ungkap Amy dikutip laman federasi sepakbola Singapura (FAS).

“Jadi itu akan selalu spesial bila saya bermain melawan Indonesia, bahkan ketika masih level kelompok umur. Beberapa keluarga saya juga tinggal di sana, tapi mereka tetap memberikan dukungan, meski saya mewakili Singapura. Saya berharap mendapat menit bermain lebih banyak di hari Sabtu untuk menunjukkan kemampuan saya.”

Amy sudah membela tim senior Singapura sejak 2016, namun baru lima kali tampil memperkuat The Lions. Piala AFF tahun ini menjadi yang pertama bagi Amy setelah performanya bersama Geylang International di Liga Utama Singapura (S-League) 2021 cukup mengesankan.

Pada musim ini, Amy mencetak 12 gol, dan menjadi pemain lokal kedua yang masuk ke dalam daftar topskor. Amy mengatakan, ia tidak pernah mempermasalahkan menit bermainnya bersama Singapura.

“Bagi saya, tidak masalah jika hanya bermain sepuluh menit atau 90 menit, karena saya selalu berusaha memberikan yang terbaik di tiap pertandingan, dan mengikuti instruksi pelatih,” imbuh Amy.

“Saya merasa nyaman di pertandingan kemarin (leg pertama), karena itu merupakan salah satu pertandingan yang saya inginkan, berlari dan menekan. Itu menjadi kekuatan saya.”

“Saya yakin setiap pemain yang dipanggil [ke timnas], tentu ada alasan tersendiri. Pelatih mempercayai kami untuk menjalankan tugas. Saya selalu siap bila mendapat kepercayaan. Satu hal tentang pelatih Tatsuma [Yoshida], taktiknya selalu jelas, dan dia tahu bagaimana membuat pemain mengubah pertandingan.”

Iklan
0