Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas kembali melancarkan serangan kepada Inter Milan dengan membicarakan soal keraguan akan penerapan Financial Fair Play (FFP) oleh UEFA.
Nerazzurri sebelum ini sempat mengumumkan akan menempuh jalur hukum untuk melawan Tebas, yang mengklaim kubu mereka tak punya uang untuk membeli pemain tapi memaksakan kehendak.
Konflik keduanya muncul setelah rumor yang menghubungkan Luka Modric dari Real Madrid menuju Inter dengan melibatkan potensi pengeluaran uang mewah.
"Saya pesimistis," jawab Tebas saat ditanya Mundo Deportivo soal penerapan FFP.
"UEFA tidak mengalamatkan isu ini seperti yang seharusnya. Anda harus melalui kekerasan untuk mengetahui aturan ini bekerja atau tidak."
"Kami tidak hanya berbicara tentang PSG atau Manchester City, tapi juga klub seperti Inter yang kami lihat soal kasua Modric: tidak perlu memiliki dukungan di belakang, modal besar sudah cukup."
"Hal itu bisa menyebabkan inflasi dan pembuangan di ruang yang sudah diatur seperti di La Liga, saya akan bekerja keras menganggapi hal tersebut," tukasnya.





