Perlakuan spesial kembali didapatkan timnas Indonesia jelang menghadapi Filipina pada laga pamungkas Grup A Piala AFF 2022. Skuad Merah Putih terbang ke negara tersebut dengan menggunakan pesawat carteran.
Rombongan timnas Indonesia bersama sejumlah wartawan Tanah Air bertolak ke Filipina dari Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta, Jumat (30/12). Ketua umum PSSI Mochamad Iriawan yang melepas secara langsung.
Iriawan berharap dengan menggunakan pesawat sewaan skuad timnas Indonesia bisa fokus melawan Filipina di Stadion Rizal Memorial, Senin (2/1). Sosok yang karib disapa Iwan Bule ini juga yang mencarter pesawat tersebut.
"Pertama-tama, sebagaimana saya sampaikan waktu berangkat ke Malaysia, kita carter pesawat agar mereka bisa istirahat panjang. Perjalanan ke sana [Filipina] 4 jam 10 menit," kata Iwan Bule.
"Kedua, bisa jam berapa saja terbang. Jadi bisa kita atur jadwalnya. Berikutnya, kembali atau berangkat lebih cepat lagi karena memang saya sudah tentukan jamnya. Jadi itu yang dilakukan oleh federasi, oleh saya, supaya anak-anak tetap fit dan semangat bertanding di Filipina," Iwan Bule menambahkan.
Menyewa pesawat untuk pertandingan tandang timnas Indonesia di Piala AFF 2022 adalah yang kedua dilakukan Iwan Bule. Sebelumnya, ia mencarter pesawat saat pasukan Garuda melawan Brunei Darussalam di Stadion KLFA, Senin (26/12).
Hasilnya, timnas Indonesia berhasil menghancurkan Brunei dengan skor telak. Armada Shin Tae-yong tersebut menang tujuh gol tanpa balas.
Hanya saja, kali ini Iwan Bule tidak bisa ikut dalam pesawat sewaan yang ditumpangi timnas Indonesia. Ia absen lantaran masih ada urusan yang tak dapat ditinggalkan di Tanah Air.
"Insyallah lihat situasi ya. Karena banyak sekali yang harus saya kerjakan. Jadi saya bagi tugas dengan manajer lagi. Kita lihat perkembangan. Kalau waktunya ada sehingga saya bisa bergabung," ucap mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.
Selama berada dalam pesawat, para pemain mencari kesibukan masing-masing. Mayoritas mereka memilih tidur secara duduk maupun merebahkan badannya dengan mengangkat batas kursi.
Ada pula yang memilih menonton film dari laptop atau mendengar musik lewat telepon genggamnya. Semua yang mereka lakukan untuk membunuh waktu selama perjalanan berlangsung.
